Masyarakat Makin Berani Keluar Rumah, Begini Data BPS

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 01 Apr 2021 14:37 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pergerakan masyarakat meningkat sepanjang bulan Maret 2021. Hal itu tercermin dari grafik mobilitas penduduk.

"Saya akan sedikit sampaikan terkait mobilitas penduduk di bulan Maret 2021. Di bulan maret kalau kita lihat grafik, untuk mobilitas penduduk di rumah sudah mulai berkurang artinya penduduk atau masyarakat sudah mulai keluar rumah," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam paparan pers virtual, Kamis (1/4/2021).

Ia menduga, mulai ramainya pergeakan orang di bulan maret disebabkan oleh sudah dimulainya vaksinasi nasional.

"Mungkin karena sudah semakin banyaknya masyarakt yang divaksin sehingga hal ini menyebabkan masyarakat keluar rumah," tuturnya.

Adapun destinasi atau tujuan perjalanan masyarakat sepanjang bulan Maret didominasi oleh pergerakan menuju pusat belanja ritel, tempat kerja hingga tempat rekreasi.

"Di grafik perdagangan ritel belanja kebutuhan sehari-hari, lalu taman, tempat transit, dan tempat kerja mobilitas sudah mulai berani keluar, ditandai dengan pergerakan di perdagangan ritel, rekreasi meski masih negatif namun sudah meningkat. Misalnya di ritel dan rekreasi di Februari masih minus 22%, di Maret ini meningkat minus 17%," sebut dia.

Yang menarik, untuk pergerakan penduduk di tempat belanja kebutuhan sehari-hari, grafiknya sudah mulai positif.

"Dari semula Februari minus 5,1%, dan Maret sudah positif 1,8%. Untuk mobilitas di taman, di tempat transit dan tempat kerja meningkat meski di bawah rata-rata normal. Di taman misalnya menjadi minus 17,5% sebelumnya minus 25%, transit tadinya februari minus 35% di maret jadi minus 30%. Di tempat kerja juga sudah semakin meningkat dari yang minus 28% menjadi minus 25,6%.

"Ini menunjukkan mobilitas penduduk di Maret sudah semakin berani keluar rumah, yang seharusnya meski sudah ada vaksin tetap menjalankan prokes," tutup dia.



Simak Video "Indonesia Masih Resesi! Ekonomi Kuartal I 2021 Minus 0,74%"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)