Masalah Keuangan Bikin Hidup Orang RI Kurang Sehat

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 02 Apr 2021 17:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Hasil Studi Pulse of Asia: Health of Asia Barometer menyebutkan saat ini masyarakat Indonesia masih terganjal finansial atau keuangan untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat.

Dari riset itu disebutkan mayoritas atau 58% responden di Indonesia mengatakan keterbatasan kondisi keuangan menyulitkan mereka untuk meningkatkan kesehatan. Persentase itu lebih tinggi dari rata-rata di Asia (56,2%).

Namun dengan tantangan tersebut, Indonesia merupakan negara dengan tingkat optimisme paling tinggi jika dibandingkan dengan negara lainnya di Asia.

Hal ini karena ada 76% responden mengatakan bahwa mereka percaya jika kondisi kesehatan akan membaik pada 2021. Di Asia hanya 53,4% responden yang menyatakan hal tersebut.

Kemudian peran teknologi digital akan semakin besar untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Mayoritas atau 67% responden di Indonesia mengatakan bahwa aplikasi kesehatan mobile bermanfaat bagi mereka untuk mendapatkan informasi seputar kesehatan dan 68,7% responden Indonesia mengatakan bahwa mereka akan menggunakan lebih banyak teknologi kesehatan digital pribadi selama tiga tahun ke depan untuk meningkatkan kesehatan mereka

Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch masyarakat Indonesia bisa lebih sehat dan sejahtera dengan teknologi digital ini.

"Salah satu cara mewujudkannya adalah melalui transformasi digital untuk melakukan inovasi yang berpusat pada kebutuhan nasabah dan pandemi telah mengakselerasi transformasi tersebut," kata dia dalam keterangannya, Jumat (2/4/2021).

Jens menyebutkan aplikasi mobile Pulse by Prudential ini menjadi cara untuk menjawab tantangan kesehatan serta membantu menjembatani kesenjangan perlindungan kesehatan di Indonesia.

Studi The Pulse of Asia - The Health of Asia Barometer lebih jauh mengungkap bagaimana teknologi kesehatan digital semakin memegang peranan penting dalam kehidupan kesehatan.

Saat ini Pulse sudah diakses lebih dari 6,4 juta pengguna untuk mengelola kesehatan secara proaktif kapanpun dan di manapun dan didukung kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan inormasi realtime.

Kehadiran Pulse di Indonesia bersamaan dengan merebaknya pandemi COVID-19, yang menurut hasil studi The Pulse of Asia - The Health of Asia Barometer memiliki dampak paling besar terhadap kesehatan mental dan emosional masyarakat Indonesia. Studi mengungkap bahwa dibandingkan dengan negara di Asia lainnya, responden di Indonesia paling banyak merasakan stres akibat COVID-19. Hal ini disinyalir karena tingginya tingkat infeksi dan angka kematian di Indonesia.

Meskipun memiliki tingkat stres yang tinggi, masyarakat Indonesia justru terdorong untuk hidup lebih aktif agar lebih sehat. Pasalnya, hanya 11% responden dari Indonesia, lebih sedikit dibanding rata-rata di Asia (sebesar 21,6%), yang tidak melakukan upaya apa pun untuk meningkatkan kesehatan mereka. Sedangkan, mayoritas (42,9%) responden Indonesia melakukan setidaknya dua upaya untuk meningkatkan kesehatan mereka; lebih tinggi dari rata-rata dari mayoritas Asia (30,9%) yang menjawab hal yang sama.

Semangat untuk lebih sehat ini juga ditunjang dengan optimisme besar, bahkan memiliki tingkat optimisme terbesar di Asia, bahwa responden percaya kalau kondisi kesehatan mereka akan membaik di tahun 2021.

Chief Operations and Health Officer Prudential Indonesia dr Dian Budiani mengungkapkan dengan Pulse ini diharapkan bisa membantu mencegah penyakit dan menunda penyakit semakin buruk, hingga menghadirkan perlindungan asuransi jiwa.

Pulse kini semakin memperkuat dukungannya dengan menghadirkan paket berlangganan yang lebih beragam jenisnya. Ragam paket baru ini membantu penggunanya merencanakan, mencatat hingga mengadopsi pola makan baru yang semuanya dibantu oleh teknologi AI, mengakses komunitas dan konten eksklusif, menghadirkan fitur latihan fisik yang interaktif dengan Exercise Buddy, hingga menyediakan tantangan untuk menaikkan/menurunkan berat badan dan dukungan konsultasi dengan ahli diet.

Selain paket berlangganan baru, Pulse juga menghadirkan komunitas baru, yaitu Dance for Wellness yang mengumpulkan para pengguna yang gemar menari sekaligus berbagi informasi tentang bagaimana menari dapat membuat kita hidup lebih sehat.

"Pulse akan menjadi platform yang terus berkembang dan kami akan terus menambah mitra, fungsi, dan fitur baru secara berkala. Seiring berjalannya waktu, ekosistem Pulse akan menghadirkan lebih banyak lagi dukungan serta nilai tambah bagi pengguna," tutup dr Dian.



Simak Video "Gegara Corona, Daya Beli Masyarakat Hilang Rp 362 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)