Bandingkan BUMN RI & China, Erick Thohir Tergelitik Fakta Ini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 03 Apr 2021 09:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (18/03/2021). Rapat tersebut membahas pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro.
Foto: Rengga Sencaya: Menteri BUMN Erick Thohir
Jakarta -

Indonesia dan China akan meningkatkan kerja sama BUMN kedua negara. Menteri BUMN Erick Thohir telah bertemu dengan Vice Chairman State-Owned Asset Supervision and Administration (SASAC) China Ren Hongbin membahas rencana tersebut.

SASAC adalah instansi pemerintah China yang mengelola 97 BUMN. Erick menjelaskan dari pertemuan tersebut dia mempelajari cara China untuk mereformasi dan menjalankan transformasi BUMN menjadi lebih efisien.

Kemudian, mempelajari bagaimana caranya BUMN bisa berkontribusi maksimal untuk masyarakat dan bisa menjadi perusahaan kelas dunia. Sebenarnya, menurut Erick, BUMN Indonesia dan China memiliki visi dan misi yang sama, yaitu berkontribusi ke masyarakat dan memberikan pemasukan negara.

Namun ada satu hal yang membuat Erick tergelitik saat bicara perbandingan BUMN Indonesia dan China, apa itu? Erick mengungkapkan puluhan BUMN China bisa masuk Fortune Global 500, namun dari Indonesia jumlahnya sangat jauh dibandingkan Negeri Panda itu.

"Yang menggelitik buat saya, kalau China bisa 48 company yang masuk ke top 500, kenapa Indonesia cuma 2? Tapi saya bilang tiga tahun ke depan bisa double," kata Erick Thohir dalam konferensi pers, Jumat (2/4/2021).

Fortune Global 500 adalah daftar 500 perusahaan top dunia yang diukur berdasarkan pendapatan tahunan perusahaan. Data ini dikeluarkan oleh majalah ternama asal Amerika Serikat, Fortune.

Erick Thohir menjelaskan dia sudah bertemu dengan BUMN China dan mereka menyadari ada perubahan dalam satu tahun terakhir yang dinamakan reformasi menyeluruh.

Kemudian banyak BUMN yang melakukan good corporate governance dan profesionalisme. Perubahan di BUMN ini bisa menjadi kerja sama yang baik antara dua Kementerian dengan memperbaiki value chain yang belum maksimal.

Agar kerja sama terjalin, SASAC mengundang Kementerian BUMN dan BUMN asal Indonesia untuk bertemu secara rutin. Kemudian Kementerian BUMN akan meninjau sejumlah proyek kerja sama di sektor ketenagalistrikan dan kerja sama investasi perikanan kelas dunia di Timur Indonesia.

(kil/hns)