Cerita Putri Tanjung Mulai Jadi EO di Umur 15 Tahun, Cuan Rp 15 Ribu

Nurcholis Maarif - detikFinance
Senin, 05 Apr 2021 10:10 WIB
BNI CXO
Foto: Screenshot/detikcom
Jakarta -

Datang dari keluarga yang merupakan salah satu taipan Indonesia ternyata tidak serta merta membuat Putri Tanjung percaya diri. Putri yang kini menjadi CEO Creativepreneur Event Creator itu malah mengaku sudah menerima ekspektasi tinggi terhadap dirinya sejak kecil yang justru membuatnya takut.

"Dari kecil aku sudah banyak menerima ekspektasi dari sekelilingku dan dari luar, jadi beban itu sudah ada sejak kecil. Nah aku tuh dulu sangat insecure, jadi takut sama diri sendiri, takut ga bisa fulfill everyone's expectations, apalagi keluarga, dan yang paling aku takuti aku ga bisa percaya sama kemampuan aku karena nama besar dari keluarga," ujar Putri dalam Entrepreneurship Club di BNI Creative Club, Sabtu (3/4/2021).

Ia juga mengaku sejak kecil sering bertanya apa yang bisa diperbuatnya untuk membuat dirinya bangga terhadap kemampuan diri sendiri. Hal itu disebabkan karena ekspektasi orang yang selalu pasti bilang 'oh ini pasti karena bapaknya'.

"Tapi tekanan itu aku jadikan motivasi apa yang aku suka dan aku bisa, Karena aku selalu percaya pressure itu akan bisa menemukan passion aku. Jadi dimulai dari berani untuk ikutan organisasi sekolah yang akhirnya aku diminta jadi ketua penyelenggara event," ujarnya.

"Waktu itu karena SD sama SMP aku sering dibully, makin tambah insecure. Waktu itu aku tinggi, terus gendut, dan keriting banget, terus dipanggilnya kribo, jadi semakin insecure banget, makin ga percaya diri," imbuh dia.

"Tapi karena itu aku kayaknya harus mencoba hal-hal baru deh karena aku masuk organisasi dipercaya kepala sekolah untuk jadi ketua penyelenggara event, dan di situlah aku langsung jatuh cinta sama the magic of creating event. So, teman-teman pressure creates diamonds," sambungnya.

Menurut Putri, tekanan itu sering banget dikaitkan dengan hal yang negatif, meskipun sebenarnya kalau dilihat lagi inilah salah satu hal yang dapat membentuk lebih baik. Kadang-kadang benturan itu perlu, dan kadang-kadang tekanan mendorong untuk memulai sesuatu yang baru dan mendorong menemukan passion.

Sama seperti pembentukan permata atau diamond yang harus dilebur, kata Putri, tekanan itu juga yang membentuk dan memulai dirinya menjadi seorang pengusaha dalam bidang event. Dari jadi ketua penyelenggara event sekolah, ia kemudian menantang diri lagi untuk melakukan hal yang baru, yaitu membuat jasa event ulang tahun teman-temannya di usia 15 tahun.

"Waktu itu aku umur 15 tahun, jadi inget banget event pertama aku di umur 15 tahun, kliennya namanya Jasmine. Aku bilang, lebih tepatnya aku memaksa, 'Mine aku mau dong ngerjain pesta ulang tahun lu', akhirnya aku memberanikan diri bikin konsep," tutur Putri.

"Waktu itu sebenarnya aku ngga tahu apa aja sih yang harus aku siapkan sebagai EO, tapi aku percaya diri aja, mencoba aja, dan akhirnya waktu itu di bulan Desember aku bikin event temen aku itu," imbuh Putri.

Saat itu, Putri mengakui tidak mempertimbangkan banyak hal, termasuk bahwa Desember merupakan musim hujan dan ia malah membuat konsep perayaan ulang tahun di luar ruangan. Namun dari situ ia mengakui bahwa mencari uang itu tidak hanya butuh keberanian saja, tapi juga butuh banyak belajar, skil tertentu, dan hal lainnya yang perlu dicoba.


Lebih lanjut Putri menjelaskan bahwa passion itu harus dieksplorasi dan untuk mencoba hal-hal yang baru. Passion juga menjadi penting karena akan membuat pengusaha lebih mudah dalam menjalankan usahanya."Alhamdulillah walaupun hujan, tapi kita bisa back up plan langsung di tempat dan aku belajar banyak banget. Dan di situlah aku dapat untung pertama aku sebagai pengusaha dan waktu itu Rp 15 ribu di 15 tahun. But it was the best Rp 15 ribu in my life. Dari situ aku dapat pelajaran cari uang itu susah sekali," ujarnya.

Lalu yang tak kalah penting selanjutnya ialah menemukan atau mencari kesempatan yang sesuai dengan passion tersebut. Menurutnya, seorang pengusaha itu adalah orang yang bisa melihat kesempatan atau membuat kesempatan itu sendiri. Makanya kesempatan itu bisa datang dari mana saja.

Dijelaskannya, kadang kita tidak harus melihat terlalu jauh, karena terkadang kesempatan itu ada di sekitar. Ia mencontohkan dirinya waktu awal perjalanan bisnis di umur 17 tahun, setelah puas bikin acara birthday party untuk teman-temannya, ia ingin menantang diri untuk membuat acara untuk lebih banyak orang.

"Waktu itu dari EO namanya elparadiso, kita ganti jadi Creativepreneur Event Creator dan saat itu aku punya kegelisahan awalnya, mulai terbentuk dari kegelisahan, ingin banget jadi seorang pengusaha kaya bapak aku, karena bapak aku selalu bilang pengusaha itu pekerjaan yang sangat mulia, karena bisa banyak berkontribusi untuk banyak orang, tapi ingin belajar dari pengusaha lain," ujarnya.

Namun saat itu, tepatnya di tahun 2014, menurut Putri nggak banyak acara-acara yang bisa menginspirasi anak muda untuk menjadi seorang entrepreneur. Ada beberapa seminar, tetapi menurutnya membosankan, terlalu serius, digelar berhari-hari, harga kelewat mahal, dan yang paling sering yang diceritakan di seminar itu hanya bagus-bagusnya saja.

"Dari kegelisahan itu, akhirnya terciptalah ide untuk membuat Creativepreneur Corner. Alhamdulillah juga melalui Creativepreneur, walaupun perjalanannya sangat panjang, sudah ada selama 7 tahun dan sudah menginspirasi lebih dari 60 ribu anak muda Indonesia untuk menjadi seorang pengusaha," ujarnya.

"Dan tahun ini, tahun ke-7, dan kami akan menyelenggarakan BNI Creativepreneur Conference 2021, minggu depan. We are excited to collaborate again with BNI untuk menginspirasi more creativepreneur out there," imbuhnya.

Ia juga menerangkan dalam bisnis akan ada yang banyak meragukanmu dan bakal akan ada banyak yang memandangmu sebelah mata. Namun menurut Putri, tidak perlu takut melangkah serta harus percaya terhadap diri sendiri. Sehingga jadikan tekanan tersebut untuk maju dan terus berkarya.

"Waktu itu awal aku memulai untuk bikin bisnis karena tadi, karena tekanan, karena dendam, karena pengin banget menunjukkan ke banyak orang bahwa, yes aku umur 15 tahun waktu itu, yes aku perempuan, yes aku datang dari seorang bapak yang sangat luar biasa, tapi aku juga punya hak yang sama kok untuk bisa bangga sama diri sendiri, aku punya hak yang sama kok untuk berkarya sendiri," ujarnya.

"Nah karena tekanan itu lah yang mendorong aku untuk memulai, jadi carilah tekanan apa atau dorongan apa yang bisa menjadi bahan bakar kalian untuk memulai. Kita harus ingat waktu memulai jadi dorongan untuk terus melangkah," sambungnya.

Simak juga 'Berkat Kepercayaan Diri, Putri Tanjung Dapat Menjadi Creativepreneur Di Usia Muda':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/hns)