Smartphone-TV Ramai Diborong, Laba Samsung Diprediksi Naik 45%

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 05 Apr 2021 11:19 WIB
The logo of Samsung Electronics is seen at its headquarters in Seoul, South Korea, July 4, 2016
Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji
Jakarta -

Samsung Electronics Co Ltd memprediksi lonjakan laba sebesar 45% untuk Januari-Maret karena penjualan smartphone, TV, dan peralatan rumah tangga. Meskipun pendapatan divisi chip jatuh setelah perusahaan terpaksa menghentikan produksi di AS.

Mengutip Reuters, Senin (5/4/2021), menurut Refinitiv Smart Estimate, laba operasional untuk raksasa teknologi Korea Selatan diperkirakan naik menjadi 9,3 triliun won atau US$ 8,2 miliar setara Rp 118 triliun (kurs Rp 14.500). Prediksi itu diambil dari perkiraan 16 analis.

Lonjakan itu didukung oleh banyaknya orang yang menghabiskan waktu di rumah selama pandemi COVID-19. Selama di rumah, orang-orang menghabiskan banyak waktu mengotak-atik gadgetnya. Kenaikan laba operasional itu merupakan peningkatan dari jumlah tertinggi pada 2018 di kuartal yang sama

Pendapatan Samsung juga kemungkinan naik 12%. Samsung dijadwalkan untuk mengumumkan hasil awal kuartal I pada Rabu mendatang.

Secara khusus, divisi selulernya tampak yang menyumbang lebih banyak keuntungan, sebab mendapat manfaat dari peluncuran seri Galaxy S21 pada pertengahan Januari. Produsen smartphone terbesar di dunia diperkirakan telah menguasai sekitar 23% pasar global pada kuartal tersebut, berkat peluncuran tersebut smartphone tersebut.

Laba operasional aksesori bermargin tinggi seperti Galaxy Buds juga diperkirakan melonjak lebih dari 1 triliun won dari tahun sebelumnya menjadi 4,15 triliun won. Bisnis TV dan peralatan rumah tangga Samsung diharapkan memperoleh keuntungan operasional lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar 1 triliun won.

Mengingat produksi chip di dunia tengah menurun dan kehadirannya menjadi langka. Keuntungan untuk divisi semikonduktor Samsung diperkirakan turun sekitar seperlima menjadi 3,6 triliun won.

Divisi tersebut telah terhambat oleh biaya peningkatan produksi baru dan kerugian di pabrik Texas setelah badai musim dingin menghentikan produksi pada pertengahan Februari. Samsung mengatakan produksi di pabrik telah kembali ke level mendekati normal pada akhir Maret. Analis memperkirakan kerugian akibat penutupan pabrik sekitar 300-400 miliar won.

Simak juga 'Tips Maksimalkan Pengalaman Mobile Gaming di Galaxy A52':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)