Mentan Dukung Usul Gubernur agar Beras Sumsel Jadi Komoditas Ekspor

Erika Dyah - detikFinance
Selasa, 06 Apr 2021 16:34 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru di Desa Srikaton, Buay Madang, OKU Timur
Foto: Dok. Pemprov Sumsel
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru di Desa Srikaton, Buay Madang, OKU Timur. Syahrul menyebut Gubernur Sumsel optimistis beras Sumsel mampu mendorong kecukupan beras di tingkat nasional.

Diketahui, saat ini produksi beras di Provinsi Sumsel merupakan yang terbesar kelima di Indonesia. Adapun untuk produksinya mencapai 2.696.877 ton sementara kebutuhannya hanya sebanyak 859.744 ton. Oleh karena itu, Sumsel kerap mengalami surplus beras sebesar 1.837.133 ton.

Dengan produksi beras dan gabah yang cukup besar ini, Syahrul pun mengaku akan terus melakukan pengawalan panen raya padi dan gerakan serap gabah petani di semua daerah, terutama di Sumsel. Terlebih, ia mendukung jika beras asal Sumsel ke depannya akan menjadi salah satu pangan yang menjadi komoditas ekspor.

"Kita sedang persiapkan kualitasnya, kita sedang bicarakan dengan Pak Gubernur. Kita dukung, kita boleh ekspor karena itu kepentingan global," ungkap Syahrul dalam keterangan tertulis, Selasa (6/4/2021).

Syahrul menilai produksi hasil pertanian di Sumsel ini memiliki akselerasi yang cukup baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Untuk sekarang kita memastikan untuk serapan gabah ini. Masih saya bicarakan bersama Gubernur Sumsel," ucapnya.

Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan bahwa kebijakan impor dan ekspor merupakan kepentingan global. Untuk itu, pihaknya terlebih dahulu mengusahakan kebutuhan nasional tercukupi, baru akan membicarakan ekspor untuk langkah ke depan.

"Herman Deru ini gubernur terbaik di Indonesia. Karena melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur dan peduli terhadap sektor pertanian masyarakat," puji Syahrul.

Selain itu, ia menyebutkan guna memajukan pertanian pihaknya memerlukan kerja sama seluruh elemen terlebih di tengah musim panen raya yang sedang berlangsung di Indonesia.

Lebih lanjut, Syahrul menegaskan pemerintah juga akan terus membantu petani mulai dari mempermudah pemenuhan kebutuhan prasarana dan sarana produksi padi hingga penanganan pasca panen. Oleh karena itu, tambahnya, Kementan terus bekerja sama dengan perbankan dalam hal penyediaan fasilitas permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Selain bantuan bersumber dari dana APBN, Kementan bersama perbankan menyediakan fasilitas KUR untuk meningkatkan produksi dan secara mandiri melakukan pengembangan usaha tani dengan skala ekonomi tertentu yang menguntungkan," paparnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kunjungan Syahrul ke Kabupaten OKU Timur untuk memberi semangat kepada petani untuk memajukan pertanian. Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi solusi bagi pertanian terkait serap gabah saat musim panen raya.

Tak hanya itu, Herman juga menyampaikan ada beberapa komoditas asal Sumsel yang selama ini telah diekspor, seperti karet, sawit dan kopi. "Yang kita kejar ini bidang produk pangan. Kita ingin padi Sumsel juga diekspor," ucapnya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan panen raya bersama Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru di Desa Srikaton, Buay Madang, OKU TimurMentan Dukung Usul Gubernur Sumsel agar Beras Jadi Komoditas Ekspor Foto: Dok. Pemprov Sumsel

Lebih lanjut, Herman menjelaskan sejumlah komoditas yang telah diekspor seperti karet, sawit, dan kopi ini dikirim melalui Lampung. Oleh karena itu, pihaknya juga mendorong adanya percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.

"Beras, kopi, sawit dan karet ini kita ingin ekspor melalui Sumsel. Tidak melalui Lampung lagi," ucapnya.

Ia menyampaikan keinginan Sumsel untuk melakukan ekspor beras sangat beralasan sebab produksi pangan di Sumsel sangat berlimpah.

Berdasarkan data ketersediaan dari 15 (lima belas) pangan strategis di Sumatera Selatan, Herman memaparkan sejauh ini tak ada yang perlu dikhawatirkan. Ia menambahkan ketersediaan pangan pada tahun 2020 justru melimpah, baik beras maupun telur bahkan terjadi surplus beras di wilayahnya.

Sementara untuk telur, kata Herman, ketersediaannya mencapai 132.531 ton sementara yang dibutuhkan hanya 47.788 ton sehingga terjadi surplus sebesar 98.389 ton.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi, tidak hanya budidaya kita dorong, tapi juga pasca panennya salah satunya kualitas RMU sehingga beras yang dihasilkan dalam packaging dan kualitas yang bagus dan juga harganya tidak di luar HPP," katanya.

Sebagai informasi, dilakukan juga gerakan serap gabah petani pada Panen Raya Padi di Kabupaten OKU Timur. Panen Raya Padi ini turut dihadiri Bupati OKU Timur Lanosin Hamzah dan Anggota Komisi IV DPR RI, Percha Leanpuri yang menyaksikan penandatangan nota kesepahaman kesanggupan menyerap gabah/beras petani yang dilakukan Komando Strategi Penggilingan (Kostraling), Perum Bulog, PT. RNI, dan Bank Sumsel Babel.

Dalam nota kesepahaman ini, di periode April-Juni 2021, Kostraling sepakat menyerap gabah petani 4.800 ton, setara 3.048 ton beras. Sementara PT. RNI sepakat menyerap gabah 500 ton per bulan dan Perum Bulog menyerap gabah sebesar 80 ribu ton atau setara dengan 50 ribu beras.

Adapun peran perbankan yakni Bank Sumsel Babel akan menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk Kostraling guna menunjang kegiatan budidaya, penanganan panen, pasca panen dan pengolahan hasil terpadu.

(akd/hns)