Tempo Scan Raih Kenaikan Laba Bersih 42% dan EBITDA 32% di 2020

Abu Ubaidillah - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 08:40 WIB
Tempo Scan
Foto: Tempo Scan
Jakarta -

Presiden Direktur PT Tempo Scan Pacific Tbk (Tempo Scan) Diana Wirawan menyatakan bahwa Tempo Scan mencatat laba bersih sepanjang 2020 sebesar Rp 787,8 miliar atau naik sebesar 42,1% dibandingkan 2019 serta EBITDA yang naik secara signifikan sebesar 32,2% dan berjumlah Rp 1,35 triliun dengan margin EBITDA mencapai 12,3% jauh lebih tinggi dari margin EBITDA tahun lalu sebesar 9,3%.

Penjualan bersih yang dicapai oleh Tempo Scan pada tahun 2020 adalah kurang lebih sama dengan tahun 2019 yaitu sebesar Rp 10.97 triliun, yang pencapaian penjualan neto tersebut dikontribusikan dari 3 divisi operasi utama yaitu Divisi Farmasi, Consumer Products & Cosmetics (CPC) dan Distribusi.

Tempo Scan mencatat penjualan untuk Divisi Farmasi tumbuh 2,92% senilai Rp 3,15 triliun, angka ini berkontribusi 28,7% terhadap total penjualan bersih perusahaan dan naik dibandingkan kontribusi tahun lalu yang sebesar 27,9%.

Untuk Divisi CPC, penjualannya menurun 9,3% dan menjadi senilai Rp 3,12 triliun. Penurunan penjualan ini pun berdampak pada kontribusi terhadap total penjualan bersih perusahaan menjadi 28,5%, dari sebelumnya 31,4%.

Sementara Divisi Distribusi mencatat kenaikan penjualan 4,6% menjadi Rp 4,69 triliun. Dengan demikian kontribusinya terhadap total penjualan bersih perusahaan mencapai 42,8% atau naik dibandingkan kontribusi pada 2019 sebesar 40,8%.

Dari berbagai produk yang menjadi andalan Tempo Scan, ada beberapa yang mengalami kenaikan permintaan karena adanya pandemi COVID-19 seperti untuk produk vitamin dan nutrisi. Kemudian juga di Consumer Product, yang mengalami kenaikan adalah produk perawatan bayi, pembersih rumah, dan produk personal hygiene, seiring dengan adanya protokol kesehatan yang diterapkan terkait COVID-19.

"Di sisi lain, produk lain dari Tempo Scan yang berkaitan dengan kosmetik dan personal care tidak menjadi prioritas konsumen selama pandemi sehingga mengalami penurunan penjualan," ujar Diana dalam penjelasannya, Rabu (7/4/2021).

Sementara untuk Divisi Farmasi, pertumbuhan penjualan dimotori oleh produk Consumer Health yang penjualan bersihnya naik 8% menjadi Rp 3,05 triliun. Sedangkan penjualan obat dengan resep justru menurun secara drastis 57,1% atau hanya mencapai Rp 103 miliar.

Adapun kontribusi penjualan bersih kelompok produk Consumer Health dan kelompok obat resep terhadap total penjualan bersih Divisi Farmasi masing-masing adalah 96,7% dan 3,3%.

Untuk Divisi CPC mengalami penurunan penjualan, meski jika dibedah lebih dalam Consumer Product mengalami kenaikan 4,7% senilai Rp 2,55 triliun. Sementara produk kosmetik menurun tajam 43,4% sehingga penjualan tercatat Rp 569,8 miliar.

Penurunan ini disebabkan karena pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mencegah penyebaran yang lebih luas atas COVID-19 Penurunan penjualan bukan hanya dirasakan di pasar domestik, melainkan juga di pasar internasional dengan total penurunan 46,6%.

Margin laba kotor Tempo Scan menjadi 35,7% turun dari tahun sebelumnya 38,6%, yang disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adalah penurunan nilai tukar rupiah terhadap USD maupun mata uang asing lainnya.

Kemudian keputusan Tempo Scan untuk menunda kenaikan harga jual beberapa produknya sebagai antisipasi dari permintaan konsumen yang sangat lemah serta untuk menjaga agar harga produk tetap kompetitif. Hal ini menjadi faktor penting untuk meningkatkan penjualan di tengah krisis yang disebabkan oleh COVID-19.

Peningkatan laba bersih juga disebabkan karena Tempo Scan berhasil mengurangi biaya operasi di tahun 2020 sebesar 17,6% terutama pada biaya penjualan sebesar 19,25% serta biaya umum dan administrasi sebesar 11,35%. Pengurangan biaya operasi tersebut antara lain disebabkan karena adanya penurunan biaya penyisihan imbalan kerja yang tidak berulang (one time) di tahun 2020 sebagai implementasi atas UU Cipta Kerja No 11/2020 dan peraturan pendukung lainnya.

Selain peningkatan Laba Bersih yang meningkat tajam sebagaimana disebutkan diatas , Tempo Scan juga mencatatkan total Aset Rp 9,1 triliun dan Kas dan Setara Kas senilai Rp 2,65 triliun serta total Ekuitas mencapai Rp 6,38 Triliun

Atas nama Direksi Tempo Scan, Diana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan perusahaan atas dukungan kerja keras nya demikian juga kepada seluruh mitra bisnis Tempo Scan, pemasok, pelanggan, pihak profesional, dan para pemegang saham. Dengan dukungan semua pihak maka Tempo Scan dapat menjalankan operasinya dengan baik di masa pandemi ini dan tetap memberikan hasil yang baik.

Untuk laporan keuangan Tempo Scan klik di sini.

(ads/ads)