Wisata Belum Pulih, 3.000 Pekerja Pariwisata di Bali Kena PHK

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 12:17 WIB
Mampukah Pariwisata Bali Bertahan di Tengah Badai Corona?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Provinsi Bali sangat bergantung dengan sektor pariwisata yang kontribusinya lebih dari 50%. Ketika pandemi datang, pariwisata langsung terpuruk, dan perekonomian Bali pun mengalami kontraksi yang dalam.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, perekonomian di dua kuartal terakhir pada tahun 2020 mengalami kontraksi yang lebih parah dibandingkan perekonomian nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bali mengalami kontraksi hingga 12,28% pada kuartal III-2020, dan kontraksi 12,21% pada kuartal IV-2020 jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 (year on year/yoy). Secara kumulatif, ekonomi Bali sepanjang 2020 mengalami kontraksi 9,31% yoy.

"Ini sebuah fakta sejarah yang sebelumnya belum pernah terjadi. Dan biasanya dalam keadaan normal, pertumbuhan ekonomi Bali selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini bisa dipahami mengingat Bali sangat tergantung dari pariwisata," kata Putu dalam Bali Economic and Investment Forum 2021, Kamis (8/4/2021).

Akibatnya, pekerja di sektor pariwisata pun harus kehilangan pekerjaan. Ia membeberkan, ada sekitar 3.000 pekerja pariwisata yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Pada akhirnya, angka pengangguran di Pulau Dewata pun meningkat.

"Ada 3.000-an datanya yang di PHK. Dan dari data BPS per Februari kemarin, angka pengangguran Bali menjadi meningkat yang biasa pengangguran Bali itu adalah paling rendah secara nasional. Dan sekarang posisi kita ada di urutan ke 18 yaitu sebesar 5,63%. Dalam keadaan normal angka pengangguran kita hanya 1,2-1,3%," ujar dia.

Untuk itu, penanganan pandemi di Bali sangatlah krusial agar pariwisata di Bali pulih, begitu juga dengan ekonominya. Ia mengatakan, vaksinasi di Bali perlu mencakup 70% dari total penduduk. Dengan demikian, bisa tercipta herd immunity agar kasus harian COVID-19 di Bali bisa menurun.

"Mudah-mudahan vaksinnya bisa di-drop, sehingga 70% masyarakat Bali bisa tervaksin, dan secara ketentuan WHO apabila 70% sudah divaksin, seyogyanya kasus COVID-19 bisa menurun. Dan Bali akan normal kembali, kita siap menerima wisatawan mancanegara (wisman)," ungkap Putu.

Harapannya, pada bulan Juni atau Juli mendatang, pariwisata Bali sudah bisa dibuka untuk wisman. "Kami optimistis dengan diisyaratkannya pada bulan Juni-Juli akan dibuka untuk border internasional," pungkas dia.

(vdl/fdl)