Penduduk Muslim RI Terbesar Dunia, tapi Belum Banyak yang Paham Wakaf

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 14:58 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati melantik Kepala BKF dan Dirut LMAN
Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengakui tingkat literasi wakaf di Indonesia masih rendah. Menurutnya, masyarakat belum begitu paham esensi dan makna dari wakaf itu sendiri.

"Dalam kesadaran masyarakat, skor indeks literasi wakaf secara nasional di Indonesia masih sangat rendah. Ini merupakan survei BWI (Badan Wakaf Indonesia) tahun 2020," kata Sri Mulyani dalam acara Global Investment Forum' (GIF) secara virtual, Jumat (9/4/2021).

Jumlah lembaga penghimpun dana wakaf di Indonesia juga disebut masih terbatas. Untuk itu, Sri Mulyani menilai perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat dan diperkuat aspek tata kelola kelembagaan.

"Perkembangan wakaf di Indonesia masih dalam tahap yang sangat awal dan masih menghadapi berbagai tantangan. Jumlah cadangan dana wakaf masih terbatas," tuturnya.

Padahal, kata Sri Mulyani, minat masyarakat yang meningkat terhadap wakaf dapat membuatnya sebagai instrumen investasi yang aman. Di saat yang bersamaan juga memberikan tujuan sosial.

"Oleh karena itu, kewajiban wakaf tunai menjadi salah satu solusinya. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi Islam di bidang Internasional yang memperkuat juga perekonomian nasional secara keseluruhan," imbuhnya.

Wakaf dinilai sebagai instrumen penting dalam ekonomi Islam dan berperan untuk membantu ketimpangan sosial. Pemerintah sendiri telah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk memajukan pembangunan ekonomi dan keuangan syariah demi mendukung perekonomian nasional.

"Masterplan ekonomi Islam Indonesia di bidang wakaf menekankan pentingnya penguatan sektor wakaf nasional melalui penyempurnaan regulasi dan kelembagaan tata kelola wakaf, penguatan digitalisasi dan integrasi wakaf nasional, mendorong inovasi, produktivitas dan pemanfaatan aset wakaf nasional untuk berkontribusi lebih banyak dalam mengurangi ketimpangan dan menggerakkan kesejahteraan masyarakat," kata Sri Mulyani.

(aid/fdl)