IMF Revisi Ekonomi RI Jadi 4,3%, Sri Mulyani Bilang Begini

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 15:07 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait dengan koreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF).

Dalam update terbarunya, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di level 4,3% atau lebih rendah dibandingkan dengan target pemerintah di level 4,5% sampai 5,3% pada 2021.

Sri Mulyani menilai, prediksi ekonomi Indonesia tersebut dikarenakan lebih pada faktor ketidakpastian yang terjadi di tahun 2021.

"IMF merevisi ke bawah, buat kita semua prediksi sekarang selalu subject to uncertainty. Pasti asumsinya macam-macam, vaksinasi, third wave, dan lain-lain," Sri Mulyani dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Jumat (9/4/2021).

Sri Mulyani mengatakan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terus berkonsolidasi merumuskan kebijakan yang mampu menjaga dan mendorong perekonomian nasional.

Beberapa program yang dilakukan adalah meneruskan kebijakan yang sudah dijalankan khususnya program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Menurut dia, program ini berhasil menjaga penurunan ekonomi nasional ke level yang lebih dalam.

"Dengan kerja sama ini, kita bisa menahan kontraksi yang dalam dari minus 5,3%, sekarang menjadi 2,19% di kuartal IV, kita harap 2021 terjadi akselerasi," ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, pemerintah juga akan bergantung terhadap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang menjadi kunci pemulihan ekonomi.

"Sampai hari ini, Indonesia jadi top ten countries yang sudah vaksinasi dan kita terus lakukan reformasi struktural," ungkapnya.

(hek/zlf)