RI Ekspor Tanaman Hias ke Inggris hingga Amerika, Nilainya Rp 2,1 T

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 16:14 WIB
Tanaman Hias di Trans Studio Mall Cibubur
Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Jakarta -

Minaqu Home Nature menandatangani kontrak kerja sama senilai Rp 2,1 triliun dengan beberapa negara terkait rencana ekspor tanaman hias atau florikultura. Rencana tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Ada penandatanganan MoU antara CV Minaqu dengan buyers dari 6 negara untuk produk hortikultura khususnya florikultura. Nilai kontraknya kurang lebih sekitar 2,1 triliun yang proses ekspornya akan dilaksanakan dalam waktu 2 tahun," ujar Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto kepada detikcom, Jumat (9/4/2021).

"Isi MoU nya adalah kerja sama berapa yang akan dijual kepada masing-masing negara. Jadi ternyata banyak produk-produk florikultura kita, bunga-bunga terus tanaman daun, tanaman hias berbasis daun banyak diminati di luar negeri. Permintaannya mereka tinggi sekali. Dengan nilai kontrak Rp 2,1 Triliun, ini sangat besar sekali," imbuhnya.

Adapun beberapa negara tersebut, di antaranya Jerman yang memesan 3 juta tanaman hias, Inggris dengan jumlah 362 ribu tanaman, Republik Siprus sebanyak 510 ribu tanaman, serta Kanada 1,2 juta tanaman. Ada pula Korea Selatan dan Amerika dengan jumlah masing-masing 1 juta dan 2 juta tanaman florikultura.

Terkait hal ini, Prihasto mengatakan pemerintah siap mendukung dengan mengembangkan 1.000 petani plasma di berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, dia juga menjelaskan Direktorat Jenderal Hortikultura akan memberikan fasilitas berupa kredit KUR sebanyak Rp 50 juta bagi para petani, bekerja sama dengan sektor perbankan.

"Kita dorong, kita kembangkan. Direktorat Jenderal hortikultura juga memfasilitasi ya bantuan-bantuan untuk hortikultura di daerah-daerah. Bukan hanya di Jawa saja, tapi juga ada beberapa kabupaten, salah satunya ada di Sumatera, Jawa Timur, Jawa Tengah. Mereka nantinya akan jadi plasma. Bank ini sudah siap memberikan bantuan," terangnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi semua pihak, termasuk jajaran Kementan dan pelaku usaha dalam meningkatkan dan mendorong sektor pertanian Indonesia agar lebih maju dan modern.

"Saya apresiasi semua jajaran Kementerian, salah satunya Ditjen Hortikultura serta pelaku usaha Hortikultura. Hari ini kita melepas sebuah komitmen untuk mencapai 7 buyers dari seluruh dunia dengan nilai yang tidak main-main. Ada yang sampai 3 juta ton, dan lain sebagainya. Berarti kita tidak bermain-main karena memang ini kita punya potensi yang bagus." katanya.

Menurut Syahrul kerja sama ini menjadi bukti kualitas serta produktivitas hasil pertanian RI tidak kalah dari negara lainnya. Dia pun berharap agar ke depan semakin banyak petani milenial yang bergerak dan bisa berprestasi sehingga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

"Seluruh produktivitas pertanian kita disukai oleh negara lain. Oleh karena itu, tergantung kita, rakyat. Yang harus dilakukan bagaimana kita membuat dunia membutuhkan kita. Ini bukan sebuah konsepsi, tapi mampu dibuktikan. Ini akan memberikan ruang bagi lapangan kerja. Ada petani milenial yang terus berprestasi. Harus saya hargai," pungkasnya.

Sebagai informasi, penandatanganan MoU dilakukan di Gedung Direktorat Jenderal Hortikultura, Jakarta, bertepatan dengan rangkaian acara Tani On Stage. Kegiatan ini dilanjutkan dengan soft launching Horti Mart yang dikelola oleh Pasar Tani sebagai sarana promosi produk-produk pertanian lokal Indonesia.

(prf/hns)