Stafsus Erick Thohir Jawab Said Didu soal Panen Proyek Mangkrak

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 09 Apr 2021 21:15 WIB
Muhamad Said Didu
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikFinance: Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN
Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir akan panen proyek mangkrak. Dengan proyek tersebut maka ada tiga beban yang ditanggung sekaligus yakni beban operasional, utang dan penyusutan.

Merespons hal tersebut, Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN mengatakan penugasan itu memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat. Penugasan itu seperti pembangun tol di sejumlah wilayah Indonesia.

"Artinya apa, yang dikerjakan pemerintah langkah yang benar kalau nggak kan kita nggak punya infrastruktur yang bagus," katanya kepada detikcom, Jumat (8/4/2021).

Dia mengatakan, pemerintah telah membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF). Melalui SWF, investasi akan masuk dan menjadi tambahan dana untuk BUMN karya.

Menurut Arya BUMN karya seperti PT PP (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk cukup sehat. Khusus PT Waskita Karya (Persero) Tbk, sebenarnya kinerjanya terdampak oleh divestasi tol yang tertunda karena pandemi.

"Tapi kita yakin tahun ini akan memberikan dampak yang baik masuknya investor kepada Waskita termasuk dalamnya adalah melalui SWF atau INA tadi," terangnya.

Said Didu sebelumnya menjelaskan penyebab kinerja BUMN karya tertekan. Dia bilang, salah satunya disebabkan karena BUMN menggarap proyek-proyek yang tidak layak secara ekonomi.

Said Didu mengatakan sesuai UU BUMN apabila pemerintah memberikan penugasan kepada BUMN dan tidak layak secara ekonomi maka pemerintah harus menanggung biayanya ditambah margin. Pemerintah telah bekerja dengan baik karena memberikan penyertaan modal negara (PMN) pada 2016-2017. Namun, setelah itu PMN tidak diberikan sehingga BUMN pun melanjutkan pekerjaan dengan mencari utang.

"Kalau utang saya yakin betul karena margin, net margin rata-rata jasa konstruksi 4% net marginnya maka kalau mengambil utang yang bunganya 11-12% maka dipastikan akan rugi karena net marginnya rendah sekali," katanya.

Hal itu berarti, pekerjaan konstruksi BUMN dan pengelolaan infrastruktur tak bisa menutup beban tersebut.

"Saya paham betul, dan ini sebenarnya itu istilahnya Bung Arya kalau sudah hadir, Bung Arya dan Pak Erick Thohir panen proyek mangkrak," katanya dalam diskusi Narasi Institute.

(acd/hns)