Pedagang Pasar Ngeluh, Pembeli Jelang Puasa Sepi

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 11 Apr 2021 21:00 WIB
Harga sejumlah bahan pokok berpotensi naik jelang nataru. Pasalnya, musim hujan yang mulai melanda sejumlah wilayah Indonesia mepengaruhi pasokan bahan makanan.
Pasar Kramat jati (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Bulan Ramadhan biasanya merupakan bulan panen bagi para pedagang bahan pangan di pasar. Tapi sepertinya masa panen tahun ini sepi.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menjelaskan ada beberapa fase pergerakan kenaikan harga bahan pangan di bulan Ramadhan setiap tahunnya. Fase pertama terjadi pada 3 hari jelang puasa hingga 1 minggu bulan Ramadhan.

"Ini kan lonjakan fase pertama, fase dimana permintaan cukup tinggi yang tidak dibarengi dengan suplai yang memadai, biasanya begitu, 10 tahun terakhir begitu. Tapi tahun ini sepertinya daya beli masyarakat belum pulih. Kalau tahun sebelumnya permintan naik 50%, kalau sekarang hanya 10-15%," tuturnya saat dihubungi detikcom, Minggu (11/4/2021).

Meski begitu dia mencatat beberapa komoditas tetap mengalami kenaikan, seperti ayam, telur, minyak goreng, daging, bawang dan beberapa jenis cabai. Kenaikan paling tinggi terjadi di ayam dari Rp 38 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg per hari ini.

Abdullah menilai, permintaan yang masih rendah saat ini karena daya beli masyarakat yang masih terpuruk. Padahal seharusnya para pedagang pasar sudah mulai panen meningkatnya penjualan.

"Jadi bulan Ramadhan adalah bulan panennya pedagang karena permintaan bisa sampai 100% dibanding hari-hari biasa. Kalau pedagang nggak panen berarti kondisi ekonomi kita belum pulih. Makanya kami berharap pemerintah terus menggenjot daya beli masyarakat. Begitu juga kami dorong produksi dan distribusi juga dikawal agar komoditas di pasar aman," ucapnya.

Abdullah melanjutkan, fase kedua kenaikan terjadi pada 1 minggu sebelum Idul Fitri. Kemudian fase ketiga terjadi pada hari raya Idul Fitri hingga H+7. Sebab di masa itu para petani maupun peternak biasanya tidak melakukan produksi.

"Pedagang juga biasanya libur kan. Itu fase ketiga, harga tinggi karena nggak ada panen, nggak ada produksi," tuturnya.

Meski begitu dia percaya kenaikan permintaan akan tetap terjadi karena sudah menjadi tradisi masyarakat dalam merayakan lebaran. Namun kenaikannya tidak akan setinggi tahun-tahun sebelumnya.



Simak Video "Mendagri: Kalau Distribusi Pangan Bermasalah, Bisa Jadi Ada Mafia"
[Gambas:Video 20detik]
(das/dna)