Pengamat Pangan IPB Sebut Fluktuasi Harga Cabai Siklus Musiman

Abu Ubaidillah - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 10:33 WIB
Harga cabai rawit di berbagai wilayah termasuk Jakarta tengah jadi sorotan. Pasalnya harganya naik salah satunya akibat cuaca buruk yang melanda Tanah Air.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pengamat pangan IPB Dwi Andreas Santoso mengatakan dalam waktu dekat kondisi harga komoditas cabai di pasaran secara perlahan akan menurun. Menurutnya, kenaikan yang terjadi selama ini merupakan siklus musiman karena cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi.

Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) ini mengatakan siklus tersebut bahkan telah ia amati sejak tujuh tahun lalu. Ia mengatakan setiap puasa dan lebaran harga komoditas utama seperti cabai, bawang, dan ayam potong akan mengalami kenaikan.

"Sebenarnya tidak ada kaitannya dengan Ramadhan atau lebaran. Kenaikan ini hanya siklus musiman biasa akibat cuaca ekstrim. Dan kalau kita perhatikan saat ini nampaknya mulai kembali normal," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Kamis (8/4/2021).

Dwi mengatakan kondisi harga subsektor tanaman pangan sejauh ini dalam kondisi yang wajar, hal tersebut bisa dilihat dari data margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) tanaman pangan selama 5 tahun terakhir. Jika melihat data MPP hortikultura memang relatif tinggi bahkan bisa 60%, namun jika MPP untuk tanaman pangan selama 5 tahun ini masih dalam batas wajar yakni 20%.

"Apalagi kalau kita kaitkan dengan pembelian cabai dengan harga yang mahal itu kadang-kadang memiliki dampak bagus, karena membantu peningkatan kesejahteraan petani," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Ermarini mengatakan ke depan harus ada analisa yang dalam mengenai alasan kondisi harga di lapangan mengalami lonjakan. Ia setuju kenaikan dikarenakan siklus, tapi bukan siklus yang biasa saja. Perlu anasilis yang dalam seperti apa dan kira-kira sampai berapa lama kenaikan ini terjadi.

Menurutnya, ini sangat penting karena petani butuh kepastian. Untuk menjawab analisis tersebut Komisi IV akan melakukan pengecekan langsung mengenai situasi yang terjadi di lapangan.

"Minggu ini kita akan datang ke pasar dan ke Bulog untuk mengecek langsung seperti apa situasi harga di lapangan," katanya.

Asosiasi Pedagang Pasar Ngadiran juga menyampaikan keyakinan yang sama. Ia yakin kondisi harga-harga di lapangan akan kembali pulih dalam waktu dekat. Meski demikian, ia meminta pemerintah tetap memberi kepastian agar masyarakat bisa menjalankan ibadahnya dengan baik.

"Kondisi saat ini bulan puasa belum masuk, tapi ada beberapa komoditi yang harganya masih bertahan di atas. Untuk cabai memang sudah turun, tetapi kalau naik, untungnya harus benar-benar sampai ke tingkat petani," pungkasnya.



Simak Video "Harga Cabai Meroket, Petani Sebut Faktor Cuaca"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ara)