Kunci Sukses Merintis Bisnis: Jangan Mager!

Yudistira Imandiar - detikFinance
Minggu, 11 Apr 2021 20:45 WIB
BNI Creativepreneur
Foto: BNI Creativepreneur-Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus Presiden Komisaris SEA Group Indonesia PanduSjahrir
Jakarta -

Penetrasi teknologi digital memudahkan setiap orang memulai usaha. Pemasaran produk lewat platform online, ketersediaan layanan logistik membuat bisnis semakin mudah.

Di balik kemudahan yang tersaji di depan mata itu, merintis bisnis tetaplah bukan sesuatu yang instan. Pelaku usaha, terutama kaum muda dituntut untuk konsisten dan kreatif agar bisa unggul dalam persaingan yang semakin terbuka.

Menurut Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sekaligus Presiden Komisaris SEA Group Indonesia Pandu Sjahrir, kunci keberhasilan berbisnis dimulai dari adanya keinginan dan kemauan untuk memulainya. Pandu mengingatkan, sebagus apapun ide yang ada di kepala, tidak akan pernah menghasilkan kesuksesan jika tak direalisasikan.

"Anda harus berani benar, tidak usah takut salah. Nomor dua, eksekusi aja langsung. Mulai gausah mager. Kerjain apa yang perlu dikerjain," ungkap Pandu dalam acara BNI Creativepreneur Conference 2021, Minggu (11/4/2021).

Pandu menekankan masa krisis akibat pandemi COVID-19 merupakan momentum yang tepat jika ingin menjadi entrepreneur. Kesempatan terbuka lebar, dan ada banyak waktu yang dapat digunakan untuk mengonsepkan dan mengeksekusi bisnis.

"Karena ini kesempatan emas adanya krisis COVID-19. Lihat ini sebagai suatu kesempatan," cetus Pandu.

Ia pun menambahkan, jika ingin berkonsultasi dengan para pelaku entrepreneurship jangan hanya bertanya soal tips-tips memulainya. Tapi perdalam lagi mengenai pengelolaan dan strategi dalam menjalankan bisnis.

"Tanya dari eksekusi, apa yang mesti gue jalanin. Dari sisi marketing, positioning gue bagaimana, (dari sisi) operasi, ini bagaimana gue bisa make sure supply chain gue seefisien mungkin," ulas Pandu.

Pandu menambahkan entrepreneurship tidak melulu soal membangun bisnis untuk menghasilkan profit sebesar-besarnya. Ia menyebut, institusi Non Governmental Organization (NGO) yang bekerja untuk membantu masyarakat atau misi sosial tertentu, juga termasuk kegiatan entrepreneurship.

"Entrepreneur ini kan bisa di mana-mana. Bisa juga anda entrepreneur di sisi NGO atau non profit work tapi berimpak ke sosial, itu pekerjaan entrepreneurship," imbuhnya.



Simak Video "Jokowi Tinjau Vaksinasi Pelaku Perbankan-Pasar Modal di BEI"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/dna)