3 Alasan Pengusaha Keberatan THR Nggak Boleh Dicicil

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 12 Apr 2021 21:00 WIB
THR
Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Pengusaha diwajibkan membayar tunjangan hari raya (THR) 2021 kepada karyawan dengan cara tidak dicicil. Pemberian paling lambat diberi kelonggaran hanya sampai H-1 Lebaran, itu pun harus dilakukan dialog terlebih dahulu bersama pekerja.

Hal itu berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Keputusan itu membuat pengusaha keberatan. Berikut 3 alasannya:

1. Pandemi Belum Selesai

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Anton J Supit mengatakan kondisi perusahaan yang tidak bisa membayar THR bukan dibuat-buat karena pandemi COVID-19 memang belum berakhir. Meskipun, jumlah yang bisa memenuhi kewajiban THR akan bertambah dari tahun lalu, namun belum semua perusahaan bisa memberi THR.

"Mau pinjam uang juga tidak tahu mau pinjam kemana kan ini masalah cashflow jadi harus dalam bentuk komunikasi. Artinya kalau untuk survive saja dia sudah sulit, mau ngambil dari mana? Kita jangan berasumsi keadaan sudah normal sehingga mengeluarkan kebijakan yang normal," tuturnya, Senin (12/4/2021).

Anton menilai kebijakan yang memaksa semua perusahaan untuk membayar THR ini dapat membawa permasalahan dalam jangka panjang. Terlebih kondisi pandemi COVID-19 yang belum tahu kapan akan berakhir.

"Jadi dengan memaksa begini pasti bakal ada efek bagi perusahaan bisa bermasalah. Peraturan ini kan berlaku untuk semua termasuk UMKM yang kecil-kecil itu jadi harus dipikirkan bagi yang tidak mampu ini. Jadi saya tetap menyarankan bagi yang mampu silakan bayar, yang tidak mampu ya negosiasi," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2