Masyarakat Mulai Buru Tiket Pulang Kampung H-1 Mudik Dilarang

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 13:57 WIB
Pemerintah melarang mudik lebaran 2021. Larangan mudik yang akan dimulai dari 6-17 Mei itu dilakukan sebagai upaya pencegahan lonjakan kasus COVID-19 di RI.
Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

Pemerintah memastikan mudik dilarang pada Lebaran 2021. Kebijakan itu berlaku pada 6-17 Mei bagi seluruh masyarakat kecuali untuk kepentingan mendesak.

Namun, mulai terjadi peningkatan pembelian tiket moda transportasi khususnya angkutan udara pada H-1 mudik dilarang, yaitu pada 5 Mei. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah.

"Yang kemarin saya dengar ada sedikit peningkatan terutama di tanggal 5 ya. Tapi kita belum tahu traffic-nya sebesar apa juga ya kan. Tapi itu memang sebenarnya klimaks saja ya karena mulai tanggal 6 kan tidak diperbolehkan terbang lagi," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (13/4/2021).

Meski ada peningkatan pembelian tiket, dia menjelaskan volumenya tidak begitu signifikan. Sebab, masyarakat masih pikir-pikir akan kewajiban PCR Test di sejumlah bandara yang tentu saja biayanya tidak murah.

Kata dia belum semua bandara menyediakan tes COVID-19 menggunakan GeNose. Pengetesan menggunakan alat tersebut memang relatif lebih terjangkau dibandingkan PCR Test maupun Rapid Test Antigen.

"Memang tanggal 6 ke bawah ini jauh lebih mending lah ya. Tapi tidak terlalu banyak juga, itu yang saya katakan pertama masih banyak airlines ataupun bandara yang menerapkan PCR. PCR kan juga masih tinggi ya harganya," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta masyarakat memahami mengapa pemerintah melarang mudik pada Lebaran 2021. Mudik dilarang karena ada bahaya yang mengintai jika orang-orang tetap memaksakan diri pulang kampung di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Simak juga 'Tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare, Ratusan Perantau Curi Start Mudik':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/fdl)