Jokowi Mau Reshuffle, Siapa Saja Menteri Ekonomi yang Harus Diganti?

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 12:28 WIB
Podcast Tolak Miskin: Reshuffle Menteri, Yes or No?
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis/Fuad Hasim
Jakarta -

Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju kembali menguat. Bahkan, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan reshuffle kabinet akan dilakukan pekan ini.

Di tengah isu tersebut, kinerja para menteri selama bekerja dalam Kabinet Indonesia Maju pun disorot. Khususnya di bidang ekonomi, ada beberapa menteri yang kinerjanya dinilai kurang memuaskan dan layak untuk di-reshuffle.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira berpendapat, setidaknya ada lima menteri yang layak untuk di-reshuffle. Pertama ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Bhima mengatakan, membengkaknya utang negara dan defisit APBN berpotensi menghambat pemulihan ekonomi. Oleh sebab itu, ia menilai kinerja Sri Mulyani tak memuaskan dan layak kena reshuffle.

"Jadi dianggap tidak bisa mengendalikan level defisit dan tidak bisa mengendalikan utang. Bahkan narasinya seolah-olah utang itu hak yang baik dan perlu ditingkatkan. Jadi seolah-olah tidak melihat bahwa utang itu memiliki tingkat risiko yang cukup menghambat pemulihan ekonomi dan akan menjadi beban kepada fiskal-fiskal ke depannya," kata Bhima kepada detikcom. Rabu (14/4/2021).

Kedua, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Ia menilai, Ida terlalu berpihak kepada pelaku usaha, khususnya di sektor padat karya ketimbang para pekerja yang kesulitan di tengah pandemi COVID-19.

"Padahal harusnya kan memprioritaskan bagaimana pekerja, hak-haknya itu diperjuangkan melalui Kemnaker, saya tidak melihat itu," urainya.

Tak hanya itu, menurut Bhima kepercayaan pemerintah terhadap Kemnaker juga kurang, melihat program Kartu Prakerja yang dinilainya menjadi ranah Kemnaker justru ada di bawah Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian.

"Ini kan artinya ada ketidakpercayaan dari Kemenko Perekonomian atau bahkan adanya kurangnya kepercayaan dari eksekutif yang paling atas terhadap kinerja Menaker, sehingga seharusnya dilakukan oleh Menaker itu justru diambil alih oleh pihak lain, itu terlihat sekali," imbuh Bhima.

Simak video 'Ini Daftar Menteri Layak Reshuffle Versi Survei':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2