Milenial Didorong Ambil Peluang Kembangkan Sektor Pertanian Modern

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 13:47 WIB
Raup Rp 50 Jutaan Sekali Panen, Pria Milenial Ini Pilih Jadi Petani

Ahmad Sahid, pria milenial ini lebih memilih menjadi petani di daerahnya Dusun Sebindang, Kecamatan Badau, Kalimantan Barat. Sekali panen, Sahid bisa meraup Rp 50 juta.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian tumbuh sebesar 1,75% sepanjang tahun 2020. Direktur Rumah Ekonomi Rakyat, Taufiq Amrullah menilai hal ini menjadi bukti pertanian memiliki daya uji yang tinggi dan menjadi tulang punggung perekonomian di saat pandemi.

Menurut Taufik, pertumbuhan tersebut diiringi dengan tingginya animo anak muda yang terjun ke dunia pertanian. Dia mengatakan peranan generasi muda memang tidak bisa dipisahkan dalam setiap sektor kehidupan, termasuk sektor pertanian.

"Geliat munculnya para milenial yang terjun di sektor pertanian merupakan signal positif. Ini bagus sebagai regenerasi," kata Taufik dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4/2021).

Taufik mendorong agar Kementan bersama pihak lain dapat memformulasikan keberlanjutan sumber daya manusia pertanian yang terus menurun setiap tahun.

"Sebelumnya, milenial menggeluti dunia pertanian hanya pada wilayah off-farm. Tapi sekarang, mereka sudah berani terjun langsung, melakukan budi daya dengan caranya sendiri," ujarnya.

Tipologi milenial yang adaptif dengan kemajuan teknologi bagi Taufik merupakan modal utama pengembangan pertanian masa depan.

"Salah satu hal yang ingin dicapai Kementan di bawah Menteri Syahrul Yasin Limpo adalah bagaimana mewujudkan pertanian yang modern. Ini bisa direalisasikan salah satunya oleh milenial, para anak-anak muda yang melek teknologi. Konsep urban farming, smart farming akan lebih kencang akselerasinya jika diperankan oleh milenial," ungkapnya.

Lebih lanjut Taufik menyebut pengalaman dan kemampuan Menteri Pertanian dalam memimpin dan mengelola entitas tidak perlu diragukan. Melalui dua hal tersebut, Kementan berhasil keluar dari ancaman krisis pangan yang sudah diperingatkan oleh badan pangan dunia atau FAO.

"Kementan di bawah kepemimpinan Komandan saya pikir berhasil. Bukan hanya tangguh saat pandemi, juga mampu melakukan stabilisasi harga bahan pangan pokok di saat hari-hari besar keagamaan," terangnya.

Taufik berpesan agar ke depan lebih banyak milenial yang turut berperan dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

"Perekonomian akan bergerak jika ada dukungan kebijakan dari pemerintah. Dan Mentan SYL saya kira sudah melakukan hal itu, bagaimana pertanian dan sektor riil terus bergerak," pungkasnya.

Simak juga Video: Ridwan Kamil Pamerkan Sistem Pertanian Infus di Garut

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ara)