Kenapa Ada Tradisi Bagi-bagi Uang saat Lebaran? Begini Sejarahnya

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 16:14 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Lebaran sudah di depan mata karena bulan suci Ramadhan telah tiba. Salah satu tradisi yang ditunggu anak-anak adalah 'salam tempel', di mana mereka akan mendapatkan uang setelah bermaaf-maafan dengan orang yang lebih tua.

Nah sebagai pemberi atau yang menerima, tahukah kamu kenapa orang umumnya bagi-bagi uang saat Lebaran? Sejak kapan sih tradisi salam tempel ada?

Kepala Program Studi Indonesia Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Sunu Wasono mengatakan tradisi membagikan uang saat Lebaran sudah ada sejak lama. Waktu pastinya dia sendiri tak tahu, kemungkinan karena terpengaruh oleh budaya China yang memberikan angpao saat Tahun Baru Imlek.

"Bagi-bagi uang di saat lebaran merupakan tradisi yang sudah lama berlangsung dan itu telah menjadi bagian dari budaya kita. Ada kemungkinan terpengaruh oleh Budaya China, tapi di hari-hari besar (tidak hanya pada hari Lebaran) kebiasaan bagi-bagi uang atau barang telah menjadi kelaziman," kata Sunu saat dihubungi detikcom, Rabu (14/4/2021).

Kenapa orang umumnya bagi-bagi uang saat Lebaran? kata Sunu itu sebagai semangat berbagi dari orang yang sedang memiliki rezeki lebih di momen itu karena ada Tunjangan Hari Raya (THR) dari tempatnya bekerja. Lagi pula, dalam Islam sendiri diajarkan untuk memuliakan satu sama lain dan berbagi.

"Itu merupakan wujud perhatian dan kepedulian yang semuanya dilandasi oleh kasih sayang. Bagi uang kepada anak juga merupakan bagian dari kasih sayang. Kalau dasarnya tulus, semangatnya memberi perhatian atau saling membantu itu bagus, tidak ada masalah," tuturnya.

Tradisi bagi-bagi uang kepada anak-anak juga bisa dianggap sebagai 'hadiah' karena telah berpuasa selama satu bulan lamannya. Dengan begitu, mereka dinilai akan lebih giat lagi menjalankan puasa di tahun selanjutnya.

"Pemberian itu juga merupakan semacam hadiah untuk merangsang atau mendorong anak-anak agar mau puasa untuk tahun depan sampai tutug (selesai). Jadi puasanya tidak model tutup kendang atau puasa di hari pertama dan hari terakhir, tengahnya kosong," imbuhnya.

(aid/ara)