3 Fakta Gaduh Kantor KFC yang 'Dikepung' Karyawan Sendiri

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 21:00 WIB
Angka Kriminalitas Tinggi KFC di Alice Spring Tutup Lebih Cepat
Foto: ABC Australia

2. Rugi Ratusan Miliar

Mengutip laporan keuangan perusahaan yang disampaikan di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/4/2021), dari awal tahun sampai September 2020, emiten berkode saham FAST ini mencatatkan rugi hingga Rp 298,33 miliar atau nyaris dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat laba rugi sebesar Rp 175,69 miliar.

Kerugian terjadi seiring dengan pendapatan yang juga terkoreksi cukup dalam dari sebesar Rp 5,01 triliun menjadi Rp 3,58 triliun (periode Januari-September 2019 dibanding 2020). Penurunan terjadi di semua sumber pendapatan, mulai pendapatan dari makanan dan minuman turun dari Rp 4,93 triliun menjadi Rp 3,54 triliun. Lalu, pendapatan dari jualan konsinyasi CD juga turun dari Rp 68,8 miliar menjadi Rp 41,49 miliar dan pendapatan dari jasa layanan antar dari Rp 5,49 miliar menjadi Rp 3,55 miliar.

Selama periode itu, tampak perusahaan berupaya melakukan efisiensi salah satunya terlihat dari beban operasional gaji karyawan terlihat menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya. Beban gaji di segmen penjualan dan distribusi berkurang dari Rp 675 miliar menjadi Rp 671,7 miliar, demikian juga beban gaji di segmen umum dan administrasi berkurang dari Rp 269,58 miliar menjadi Rp 265,52 miliar.

Beban-beban operasional lainnya ada juga yang mengalami pengurangan, namun ada juga yang bertambah, sehingga total beban pokok penjualan perusahaan menjadi Rp 1,45 triliun dari Rp 1,87 triliun.

3. Tutup Gerai

Jumlah karyawan tetap hingga gerai restoran FAST, pemegang hak waralaba tunggal merek KFC Indonesia berkurang selama masa pandemi ini.

Karyawan tetap FAST tercatat telah berkurang dari sebanyak 16.968 orang per 31 Desember 2019 menjadi 16.075 orang per September 2020 lalu atau dengan kata lain berkurang hingga 893 orang.

Demikian pula dengan gerai restorannya pun berkurang dari sebanyak 748 gerai menjadi 738 gerai atau berkurang sebanyak 10 gerai. Jumlah ini belum mewakili laporan terbaru hingga Desember 2020 sebab memang perusahaan belum menyampaikannya ke otoritas BEI.

Namun, perusahaan tak menjelaskan penyebab penurunan jumlah karyawan dan sejumlah gerai tersebut. detikcom telah berupaya mengkonfirmasi hal ini kepada perusahaan, namun hingga saat ini belum ada respons.

Halaman

(eds/eds)