3 Fakta Gaduh Kantor KFC yang 'Dikepung' Karyawan Sendiri

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 14 Apr 2021 21:00 WIB
Angka Kriminalitas Tinggi KFC di Alice Spring Tutup Lebih Cepat
Foto: ABC Australia
Jakarta -

Kantor pusat KFC Indonesia didemo karyawannya sendiri per Senin (12/4) kemarin. Para karyawan tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) PT Fast Food Indonesia Tbk (pemegang waralaba merek KFC Indonesia) itu mendesak perusahaan segera mengeluarkan kebijakan pembayaran upah sebagaimana biasanya dan segera mengembalikan upah yang selama ini ditahan perusahaan.

Berikut 3 fakta seputar aksi demo karyawan KFC tersebut:

1. Alasan

Menurut keterangan resmi SPBI yang diterima detikcom, Rabu (14/4/2021), sejak ada pandemi COVID-19 tepatnya sejak April 2020 lalu, FAST sudah mengeluarkan kebijakan pemotongan upah dan hold upah serta menunda hingga tak membayar THR sesuai dengan ketentuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) KFC serta menunda pembayaran upah lembur buruh.

"Akibat dari kebijakan ini, sebagian pekerja KFC mendapatkan upah jauh di bawah Upah Minimum Kota/Kabupaten yang berlaku pada tahun 2020," terangnya.

Bahkan, pemotongan upah, penundaan pembayaran THR dan upah lembur itu, sambung SPBI, dilakukan FAST tanpa persetujuan buruh.

"Ini bentuk pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 sebagaimana diubah dalam ketentuan pasal 81 angka 24 Undang-undang Cipta Kerja," sambungnya.

Tak berhenti di situ, FAST disebut-sebut juga mengeluarkan kebijakan penundaan pembayaran tunjangan kelahiran, kematian, pernikahan dan penghargaan masa kerja.

"Padahal, kebijakan ini sudah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dan Penerapan Jam kerja 28 Jam per minggu bagi pekerja yang dirumahkan dan pekerja store yang tutup sementara," tambahnya.

Hal ini, katanya, sudah dialami seluruh pekerja KFC hampir setahun sejak pandemi COVID-19.

"Dan hingga hari ini belum ada kejelasan, kapan semua ini akan dibayarkan oleh pengusaha kepada Pekerja," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2