Gokil! Ekspor RI Tembus US$ 18,35 Miliar, Meroket 30%

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 11:08 WIB
Neraca perdagangan pada Oktober 2017 tercatat surplus US$ 900 juta, dengan raihan ekspor US$ 15,09 miliar dan impor US$ 14,19 miliar.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Maret 2021 sebesar US$ 18,35 miliar. Angka ini naik 30,47% dibandingkan posisi tahun lalu (year on year/yoy), dan naik 20,31% secara bulanan atau month to month (mtm).

"Jadi pertumbuhan yang sangat menggembirakan, dua digit baik mtm maupun yoy," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers, Kamis (15/4/2021).

Suhariyanto mengatakan terjadi kenaikan ekspor migas maupun non migas secara bulanan. Keduanya naik signifikan, bahkan untuk migas hingga dua digit.

"Secara mtm naik 20,31% dan dari grafik, di sana kenaikan ekspor baik untuk migas dan non migas, kenaikan nilai non migas naik tinggi 2 digit yaitu 21,21. Secara yoy ekspor Indonesia pada Maret 30,47% dan disebabkan kenaikan ekspor migas 28,67% dan kenaikan non migas 30,07%" jelasnya.

"Untuk ekspor 2021, kita bisa melihat jauh di atas untuk grafik 2019 dan 2020. Bisa dilihat nilai ekspor Maret 18,35 miliar dolar, naik 20,31% dibandingkan Februari yang 15,26 miliar dolar, dan juga lebih tinggi Maret 2020 bahkan 2019 ketika pandemi belum terjadi," sambungnya.

Suhariyanto menjelaskan, banyak komoditas yang mengalami peningkatan. Mulai dari batu bara, minyak kernel, minyak kelapa sawit, tembaga, hingga timah.

"Batu bara (ekspor) mtm 9,43%, yoy naik 42,2%. Sebaliknya yang non migas yang alami turun, nikel dan emas. Nikel urun harga 11,7%, emas turun harga mtm 4,97% meskipun yoy masih naik 7,9%" tuturnya.

Simak juga 'Ekspor Gerabah Purwakarta Lesu Dihantam Pandemi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)