Tanah Abang Sepi, Kuli Panggul Biasa Dapat Rp 1 Juta Kini Rp 100 Ribu

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 15:10 WIB
Pasar Tanah Abang/Trio-detikcom
Foto: Pasar Tanah Abang/Trio-detikcom
Jakarta -

Pusat Grosir Tanah Abang yang belum kembali ramai imbas pandemi virus Corona (COVID-19) membuat kuli panggul merana. Akibat sepi pembeli, jasa para porter ini tak banyak terpakai.

Teddy misalnya, mengaku sebelum pandemi bisa mengantongi Rp 1 juta per hari di kala Pasar Tanah Abang sedang ramai-ramainya. Sekarang, bisa mendapatkan Rp 200 ribu saja sudah untung.

"Ya kalau lagi ramai sih Alhamdulillah sekitar Rp 1 juta mah sehari dapat. Kalau sekarang nggak nyampe. Paling ya Rp 100-200 ribu lah," kata dia saat berbincang dengan detikcom, Kamis (15/4/2021).

Selama pandemi, kata dia jarang orang daerah luar Jakarta yang memborong tekstil di Pasar Tanah Abang. Padahal kuli panggul pasti menantikan kedatangan mereka agar tenaganya bisa dipakai.

Bukan cuma konsumen daerah yang kini sepi berkunjung ke Tanah Abang, warga Malaysia yang biasanya ramai berbelanja di pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara itu, kini tak begitu terlihat.

"Model Malaysia, Malaysia kan banyak biasanya kalau hari Jumat tuh, orang dari Malaysia, karena pandemi begini nih, jadi nggak ada, orang daerah jarang sekarang mah. Kalau dulu orang daerah itu hampir dari mana-mana semua ke sini," paparnya.

Kuli panggul lainnya, Aliudin mengatakan saat ini untuk mendapatkan Rp 150-200 ribu saja sulit. Padahal sebelum pandemi amat mudah bagi dirinya mengantongi Rp 400 ribu.

"Ya pekgo (Rp 150 ribu) lah, tergantung itu, ya Rp 150-200 ribu sampe kalau memang rezeki," sebutnya.

Fahmi, yang juga berprofesi sebagai kuli panggul ikut merasakan dampak sepinya Pasar Tanah Abang akibat pandemi COVID-19. Tapi, dia merasa sedikit demi sedikit pengunjung yang berbelanja mulai meningkat.

"Sekarang sih agak mendingan, ada Alhamdulillah. Habis vaksinasi ini, mau masuk puasa ini Alhamdulillah ada," tambahnya.

(toy/zlf)