3 Fakta Penyelundupan Benih Lobster yang (Masih) Merajalela

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 20:00 WIB
Benih lobster sitaan dilepasliarkan di Pantai Baron
Ilustrasi/Foto: Pradito R Pertana/detikcom
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kini melarang ekspor Benih Bening Lobster (BBL). Pihaknya akan menggantinya dengan budidaya di dalam negeri.

"KKP berkomitmen tidak lagi mengekspor benih bening lobster. Pak Menteri (KKP Sakti Wahyu Trenggono) sudah menyatakan tidak akan mengizinkan lagi untuk ekspor BBL, harus bisa kita untuk membudidayakan untuk memperkaya negeri ini," kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM KHP), Rina dalam Jumpa Pers yang dilihat virtual, Kamis (15/4/2021).

Meski begitu, Rina mengakui kasus penyelundupan dengan dilarangnya ekspor benih lobster masih marak terjadi.

Berikut 3 faktanya:

1. 1,3 Juta Ekor Benih Lobster Diselamatkan

Berdasarkan data KKP, per 14 April 2021 sudah ada 1.398.608 ekor yang berhasil diselamatkan dari penyelundupan dengan 18 kasus. Nilainya setara dengan Rp 209.791.200.000.

"Total kasus pelanggaran yang terjadi 23 Desember 2020-14 April 2021 sampai pukul 10.00 WIB ada 35 kasus penyelundupan dengan nilai SDI Rp 210.082.424.850. Terbanyak BBL ada 1.398.608 ekor, arwana 112 ekor, ikan hidup 439 ekor, karang hias 1.282 pcs, kepiting undersize 44 ekor, lobster bertelur 10 ekor dan produk ikan lainnya 16,770 kg," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2