Pelabuhan Tanjung Priok Macet, Menhub Mau Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 19:46 WIB
Begini suasana di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (22/5). Memasuki H-2 Lebaran, kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sepi dari pemudik.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, sebuah video viral di media sosial. Video itu memuat penampakan antrean panjang kemacetan kontainer yang terjadi di area Pelabuhan Tanjung Priok.

Menanggapi hal itu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan dua cara yang akan dilakukan pemerintah untuk menekan kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal itu sudah disepakati untuk dilakukan dalam rapat yang dilakukan oleh Kemenhub, stakeholder, dan asosiasi pengusaha.

Dia memaparkan hal pertama yang harus dilakukan adalah pengaturan di dalam pelabuhan. Menurutnya, saat ini seringkali terjadi ketimpangan jumlah arus logistik yang tidak seimbang.

"Pertama di dalam pelabuhan, di mana ada ketimpangan antara pelabuhan satu, dua, dan tiga," kata Budi Karya saat meninjau Terminal New Priok Container Terminal 1 (NPCT 1), Kamis (15/4/2021).

Dia mengatakan apabila satu pelabuhan mengalami penumpukan jumlah kedatangan maka wajib dialihkan ke pelabuhan yang lain.

"Oleh karenanya tadi disepakati, apabila satu pelabuhan mengalami penumpukan jumlah kedatangan, maka wajib di-divert ke pelabuhan lain," ujar Budi Karya.

Dia juga mengingatkan agar otoritas pelabuhan, operator, hingga Bea Cukai untuk mempererat koordinasi. Dia juga menyarankan agar digitalisasi sistem operasi segera dilakukan.

Hal kedua yang akan dilakukan adalah pengaturan di luar pelabuhan. Menurutnya, selama ini banyak perusahaan yang serampangan membuat depo-depo pengiriman yang tidak sesuai di kawasan sekitar pelabuhan.

"Kedua berkaitan dengan di luar pelabuhan, pertama kita identifikasi adalah bagaimana jumlah suatu perusahaan yang menempati tempat-tempat yang tidak sesuai dengan land use itu banyak sekali. Depo-depo yang tidak melakukan sesuai land use. Jadi ada penumpukan di beberapa titik," papar Budi Karya.

Untuk masalah ini dia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengatur pemetaan zonasi di sekitar pelabuhan.

"Maka kami sudah ke Gubernur DKI, satu bagi perusahaan itu secara selektif dilakukan mereka yang tidak punya lahan salah zonasinya kami menganjurkan mereka mengoperasikan di daerah industri," ujar Budi Karya.

"Memang harus ada law enforcement atas fungsi salah atas land use tersebut," katanya.

Sebagai informasi, dalam video kemacetan Pelabuhan Tanjung Priok yang viral, isinya juga memuat keluhan dari perekam video yang diduga sopir truk kontainer terkait kemacetan yang menghambat pekerjaan mereka.

Dalam keluhannya di video itu, perekam video menunjukkan suasana kemacetan di area pelabuhan. Dia menyebut, imbas jalan macet itu, pendapatannya menjadi terganggu.

"Sakit, Pak, dimarahin istri terus, pulang nggak pernah bawa duit. Jalannya macet mulu sama itu bertiga. Kalau nggak G Fortune, ya Dwipa. Nggak Dwipa, ya NPCT, Pak. Sakit, Pak, setoran banyak, order banyak, tapi nggak muter karena mandek jalannya, Pak," kata perekam video.



Simak Video "Maling di Sunter Gagal Curi Motor, Dompet Malah Tertinggal"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/dna)