Tarif Baru Jasa Pelabuhan Kerek Harga Mainan Impor

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 12:43 WIB
Wajib SNI pada mainan impor tertuang dalam peraturan Menteri Perindustrian nomor 55 tahun 2013, isinya perubahan peraturan menteri perindustrian nomor 24 tahun 2013 tentang pemberlakuan SNI.
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta -

Harga mainan bakal mengalami naik imbas penyesuaian beberapa tarif di pelabuhan Tanjung Priok yang baru diterapkan per 15 April kemarin. Harga produk mainan diyakini bakal naik minimal 30% meski saat ini pelaku industri mainan sendiri masih dilema menaikkan harga jualannya.

"Pasti minimal 30%. Sedangkan sekarang daya belinya sedang turun, masih jauh dari kata pulih. Kalau ada naik tapi sangat kecil sekali, belum ada artinya. Tapi kalau sekarang kita menaikkan harga kan nggak mungkin lagi, tapi kalau kita diskon-diskon terus akhirnya profit kita hancur semua, kita tak punya untung sama sekali, dan sekarang aja dagang yang penting duitnya muter aja gitu, modal balik aja sekarang dah syukur sekali," ujar Penasehat Asosiasi Mainan Indonesia (AMI) Sandi Vidhianto kepada detikcom, Jumat (16/4/2021).

Menurut Sandi saat ini pelaku industri mainan masih berjuang untuk pulih. Beragam upaya sudah dilakukan untuk bertahan salah satunya dengan terus mengobral diskon kepada pelanggan tadi. Akan tetapi, dengan adanya penyesuaian tarif di pelabuhan, mau tidak mau opsi menaikkan harga produk jadi pilihan.

Sebab, sejak ada pandemi omzet rata-rata para pelaku industri mainan anjlok lebih kurang hingga 70%. Walaupun e-commerce kini sedang geliat-geliatnya, tak memberi dampak yang signifikan bagi para pelaku mainan. Sebab, sumber utama pendapatan pelaku mainan adalah dari toko-toko ritel mereka yang didatangi pengunjung secara langsung. Sehingga, kalaupun ada peningkatan omzet paling mentok sampai 15% dari kondisi terpuruk masa pandemi.

Besarnnya dampak pandemi membuat sebagian pelaku industri mainan sampai gulung tikar atau banting setir. Ditambah adanya penyesuaian tarif tadi, bila pelaku industri mainan tidak menaikkan harga produknya mungkin bakal memperparah kondisi industri tersebut ke depannya.

"Sudah banyak (yang gulung tikar) sampai ada yang pulang kampung, ada yang jadi klontong, karena memang sudah dah kuat, dan banyak yang beralih ke FnB (food and beverage), ada yang jual kopi, jual makanan frozen. (Tarif pelabuhan naik) Pasti akan banyak (yang gulung tikar atau banting setir)," katanya.

Meski begitu, pelaku mainan tak akan langsung menaikkan harga produknya. Sementara, sebagai langkah antisipasi awal, pihaknya akan lebih memilah-milah lagi barang-barang apa saja yang perlu diimpor dan mana yang tidak.

"Kita udah selektif banget untuk impor, barang apa yang memang tidak diproduksi lagi di dalam negeri," katanya.

(eds/eds)

Tag Terpopuler