Mendag soal Harga Telur Naik: Jangan Dibikin Gede

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 19:45 WIB
Harga telur ayam di pasar tradisional Kota Bandung mengalami kenaikan. Seperti halnya di Pasar Kosambi, harga telur ayam tembus Rp 29 ribu per kilogram.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta kepada semua pihak termasuk masyarakat agar tidak membesar-besarkan kenaikan harga telur ayam ras di pasar. Dirinya mengaku ingin melihat para pelaku usaha di sektor ini merasakan untung di bulan puasa.

Dua menceritakan, harga telur ayam ras belakangan ini mengalami fluktuasi yang tinggi. Apalagi menjelang bulan puasa hingga Lebaran.

"Mereka untung 4 bulan dalam 1 tahun, dan mereka rugi 8 bulang dalam 1 tahun," kata Lutfi dalam video conference, Jumat (16/4/2021).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, harga telur ayam pasa awal April Rp 25.400 per kg. Harga tersebut menurun dari posisi pertengahan Maret sebesar Rp 25.600 per kg. Namun, pada hari ini naik ke level Rp 26.300 per kg.

Dengan kondisi ini, Lutfi mengatakan menjadi penyebab fluktuasi harga telur ayam ras yang tinggi. Dia pun meminta agar kenaikan harga telur ini tidak dibesar-besarkan.

"Saya mohon izin jangan dibicarakan dulu masalah ayam dan telor ayam ini karena fluktuasi sangat tinggi dan bukan pengusaha besar dan peternakan juga," ujarnya.

"Jangan dibikin gede, biarkan mereka mendapat keuntungan yang banyak bulan ramadhan, saya tahun depan make sure ada regulasi lebih baik supaya lebih konsisten," tambahnya.

Mesku begitu, Lutfi menegaskan secara keseluruhan harga bahan pokok hingga saat ini masih stabil.

"Secara keseluruhan, saya bisa memastikan harga bahan pokok stabil. Kalaupun ada peningkatan kurang dari 2% kita anggap normal," ungkapnya.



Simak Video "Harga Daging Ayam di Parepare Melejit, Pembeli Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)