Pengumuman! Karyawan Facebook Bisa Lanjut WFH Usai Pandemi

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 09:54 WIB
FILE PHOTO: Silhouettes of laptop users are seen next to a screen projection of Facebook logo in this picture illustration taken March 28, 2018.  REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo                         GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD
Ilustrasi/Foto: Reuters
Jakarta -

Facebook mengizinkan karyawannya tetap bekerja dari rumah atau work from home (WFH) meski pandemi COVID-19 telah usai. Bagi Facebook kerja jarak jauh merupakan metode cara masa depan.

Pada Mei lalu, bos Facebook Mark Zuckerberg memperkirakan 50% karyawan perusahaan dapat bekerja dari jarak jauh dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

Facebook mengatakan karyawan yang memenuhi syarat bisa mengajukan diri untuk bekerja jarak jauh atas persetujuan dari manajer perusahaan. Tentu rencana WFH permanen ini memiliki alasan. Wakil Presiden People Growth Facebook, Brynn Harrington mengatakan beberapa pekerja telah berkembang pesat selama WFH.

"Misalnya, orang tua yang lebih dekat dengan anak-anaknya dan senang memangkas waktu perjalanan dan mengoptimalkan hari kerja, mereka senang bekerja dari rumah," katanya, dikutip dari BBC, Senin (19/4/2021).

Namun, Harrington mengakui itu tidak mudah bagi semua orang. Dia mengatakan tidak semua karyawannya memiliki cukup ruang di rumah untuk bekerja dan mereka sangat ingin kembali bekerja di kantor.

"Kami memiliki orang-orang yang tinggal di apartemen kecil dengan teman sekamar, orang-orang itu sangat ingin kembali ke kantor, dan kami bekerja sangat keras untuk melakukannya, segera setelah kantor kami aman dibuka," katanya.

Facebook berencana membuka kembali kantornya di Silicon Valley pada awal Mei, setelah lebih dari setahun bekerja dari rumah selama pandemi. Kapasitas kantor yang akan dibuka tidak akan mencapai 50% hingga September.

Raksasa media sosial itu menegaskan peralihan bekerja jarak jauh bukanlah tentang menghemat biaya. Facebook mengatakan untuk biaya karyawannya selama WFH berbeda-beda, tergantung di mana mereka memilih untuk tinggal dan bekerja.

"Kami membayar berdasarkan biaya tenaga kerja lokal di pasar. Jadi akan ada variabilitas dalam hal gaji untuk pekerja jarak jauh, berdasarkan tempat mereka bekerja," jelasnya.

Pendekatan Facebook bertentangan dengan banyak perusahaan lain, yang telah menyatakan keinginan agar pekerjanya kembali ke kantor. Misal, Bos Goldman Sachs menolak bekerja jarak jauh, dia menyebut WFH sebagai sistem bekerja yang menyimpang.

(ara/ara)