Berkah Ramadhan, Omzet Pedagang Takjil di Masa Pandemi Melejit

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 18:45 WIB
Pasar Ramadhan di Benhil
Foto: Anisa Indraini
Jakarta -

Berjualan takjil dadakan di bulan Ramadhan ternyata cukup menjanjikan. Omzetnya bisa mencapai jutaan rupiah per harinya.

Seperti yang dialami oleh Muslihatun, penjual takjil dadakan di Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Dia mengaku bisa mendapat penghasilan hingga Rp 1 juta per hari dari jualan kolak seharga Rp 10.000/gelas.

"Bisa Rp 1 juta lebih lah sehari kalau dagangan habis semua. Saya bawa kolak ini 130-140 gelas/hari, biasanya habis sih," katanya saat ditemui detikcom di lapak dagangannya, Senin (19/4/2021).

Muslihatun menyebut hanya berjualan takjil selama bulan Ramadhan setiap tahunnya. Sedangkan sehari-harinya dia berjualan ketoprak dan merupakan seorang istri dari Ketua RT yang tidak jauh dari Benhil.

"Saya (sehari-harinya) jualan ketoprak, suami saya RT," tuturnya.

Endang mengaku pendapatannya maksimal Rp 600 ribu/hari dari berjualan gorengan. Dia membuka lapaknya di kawasan Benhil hanya pada saat Ramadhan, sedangkan sehari-harinya dia berjualan es kemasan.

"Sejak Corona ini paling Rp 500 ribu/hari, Rp 600 ribu lah maksimal (per hari). Tergantung dagangannya hari itu habis atau enggak," imbuhnya.

Pendapatannya itu diakui menurun dibanding dua tahun lalu yang bisa tembus jutaan rupiah. Selain karena ada pandemi COVID-19, pedagang yang berjualan gorengan juga bukan hanya dirinya.

"Jauh lebih ramai sebelum ada Corona. Itu bisa Rp 800 ribu sampai Rp 1 jutaan sehari," bebernya.

Pedagang lainnya bernama Tono, yang menjual es kelapa di kawasan Benhil juga mengaku omzet yang didapat selama Ramadhan meningkat lebih dari dua kali lipat. Biasanya dia hanya mendapat omzet Rp 400 ribu/hari, namun selama Ramadhan bisa hingga Rp 1 juta/hari.

"Saya sehari-harinya emang jualan (es) kelapa di sini. Cuma selama Ramadhan ini emang meningkat, (Rp 1 juta) bisa lah kalau cuaca nggak hujan ya," imbuhnya.

(aid/eds)