Terkuak! Ini 5 Biang Keladi UMKM Indonesia Susah Ekspor

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 10:38 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membeberkan ada beberapa penyebab yang membuat pelaku UMKM tanah air susah melakukan ekspor produknya. Dia menyebut, setidaknya ada lima penyebab.

Sri Mulyani mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Perannya mulai dari menciptakan kesempatan kerja hingga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar.

"Sekarang yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama agar UMKM yang memiliki peran penting yaitu produktivitas meningkat," kata Sri Mulyani dalam acara konferensi 500K eksportir baru: Memacu Ekspor UKM, Selasa (20/4/2021).

Saat ini, dikatakan Sri Mulyani, Indonesia sedang menjalin hubungan dengan banyak negara untuk menyelesaikan free trade agreement (FTA). Diharapkan dengan perjanjian ini, banyak UMKM nasional yang menjadi eksportir.

"Pemerintah berharap UMKM melakukan penetrasi di pasar global, ini bukan sesuatu yang muskil, diharapkan UMKM memiliki kepercayaan diri dan siap berkompetisi di pasar global," ujarnya.

Adapun lima penyebab UMKM nasional tumbuh menjadi eksportir, kata Sri Mulyani, yang pertama adalah legalitas. Dia menjelaskan, banyak pelaku usaha yang belum mengetahui mengenai legalitas seperti memiliki NPWP hingga pengurusan sertifikat produk.

"Ini pekerjaan rumah bagi pemerintah, bagaimana untuk menyederhanakan dan UMKM harus memperhatikan legalitas," jelasnya.

Kedua, adalah akses pembiayaan. Sri Mulyani mengatakan banyak UMKM nasional yang masih sulit mengakses pembiayaan kepada lembaga keuangan atau perbankan nasional. Rendahnya modal dan agunan, serta tingginya suku bunga menjadi penyebab UMKM nasional berkembang.

Ketiga, adalah pendampingan. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut pendampingan UMKM sangat penting dalam meningkatkan tata kelola perusahaan dan meningkatkan daya saing produk.

Keempat, adalah masalah produksi. Sri Mulyani mengatakan minimnya standarisasi produk menjadi penghalang UMKM nasional menembus pasar global.

"Terjadi inkonsistensi dari produksi, dan tidak terjadi kontinuitas dari kualitas produknya," katanya.

Kelima, dikatakan Sri Mulyani adalah pemasaran. Menurut dia, terbatasnya informasi UMKM terhadap peluang pasar menjadi salah satu penyebab produknya sulit menembus pasar global. Selain itu, minimnya infrastruktur logistik juga membuat daya saing produk UMKM nasional rendah.

"Pemerintah terus membangun nasional logistik sehingga daya saing dan biaya distribusi bisa menurun," ungkapnya.

Simak juga 'Jokowi Sebut Industri Otomotif Mulai Bangkit!':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/zlf)