Sempat Serukan Boikot, Trump Diam-diam Masih Jual Coca-Cola

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 10:44 WIB
Ternyata Ini Alasan Kemasan Coca-Cola Berwarna Merah
Foto: Getty Images/Fotoatelie
Jakarta -

Dalam beberapa tahun terakhir mantan Presiden AS Donald Trump menyerukan untuk memboikot sejumlah perusahaan, salah satunya Coca-Cola. Hingga saat ini, ketika dia kembali ke perusahaannya Trump meminta bisnis perhotelannya juga untuk memboikot Coca-Cola.

Dikutip dari CNN, Selasa (20/4/2021), disebutkan Trump merupakan orang yang sulit mempraktikkan apa yang dia serukan kepada orang lain. Bahkan dilaporkan ada foto yang beredar yang menggambarkan Trump sedang memegang botol Coke di tangannya.

Trump seharusnya bisa konsisten dengan apa yang sudah dia sampaikan terkait aksi boikotnya beberapa waktu lalu.Tapi nyatanya, Diet Coke masih bisa dinikmati di Trump International Hotel Washington DC. Padahal bisnis properti merupakan andalan untuk Trumpworld selama empat tahun terakhir.

Minuman itu dijual seharga US$ 9 namun ditambah dengan pelayanan yang ramah dan profesional. Bahkan ada satu kotak botol Diet Coke siap minum.

Kemudian hal yang sama juga ditemukan di hotel Trump Las Vegas. Di dalam lemari es tak hanya Coca-Cola tapi juga ada Sprite dan Fanta sampai Minute-Maid. Selanjutnya klub golf milik Trump di New York, Charlotte dan Washington DC juga menyebut masih menyediakan Coke.

Hingga berita ditayangkan pihak Trump Organization tidak menanggapi komentar terkait hal ini. Pihak Coca-Cola juga menolak berkomentar terkait boikot di Properti Trump Organization.

Profesor dari Wharton School of Business University of Pennsylvania Americus Reed mengungkapkan dia mempelajari perilaku konsumen terkait boikot Coke tersebut. Dia menyebutkan jika Coke bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari dampak aksi boikot ini.

Sebelumnya, Trump memang telah banyak mengajak para pengikut-pengikutnya untuk memboikot merek seperti AT&T, CNN, Harley Davidson, Apple, Macy's dan Goodyear Tire. Kemudian Coca-Cola, Major League Baseball, Delta Airlines, JPMorgan Chase, ViacomCBS, Citigroup, Cisco, UPS dan Merck.

(kil/ara)