Mudik Dilarang, Om-Tante Jangan Alasan Nggak Kasih Salam Tempel Ya

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 03:30 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Lebaran tahun ini pemerintah kembali melarang masyarakat untuk melakukan mudik. Tujuannya masih sama, mencegah penyebaran virus COVID-19.

Mungkin tidak sedikit dari kalian yang kecewa terkait itu. Banyak hal yang terasa hilang jika momen Lebaran tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah salam tempel.

Namun bukan berarti tidak bisa berkumpul di saat Lebaran jadi alasan tidak memberikan salam tempel. Masih ada cara lain buat menyenangkan para ponakan dengan memberikan salam tempel, misalnya lewat digital.

"Kalau memang tujuannya agar menghindari penularan COVID-19 lewat uang, ya memang sebaiknya dalam bentuk digital saja. Saat ini yang menurut saya justru jadi menarik atau gimmick, plus nilainya nggak berubah ya," kata Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho saat dihubungi detikcom, Kamis (22/4/2021).

Ada berbagai e-wallet yang bisa mengirimkan uang digital, seperti Go-Pay, Ovo, ShopeePay, LinkAja dan masih banyak lagi. E-wallet juga memiliki kemudahan untuk mengirim uang digital, bisa transfer sesama atau mengisinya melalui mobile banking.

"Gini pertama alasannya biar kita nggak pakai uang fisik, kedua dia lebih bisa cepat digunakan dibandingkan rekening antar bank. Rekening antar bank kan kalau buat anak kecil belum tentu dia punya akun juga," tuturnya.

Salam tempel menggunakan e-wallet juga menurutnya cukup praktis, karena mereka bisa membelanjakan uang digital itu dengan mudah. Baik untuk ongkos menggunakan ojek online hingga membeli membeli makanan dan belanja menggunakan QR code.

Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto juga sependapat dengan hal itu. Menurutnya hal itu sah-sah saja dilakukan di masa pandemi yang mengharuskan kita untuk berjaga jarak.

Selain menggunakan e-wallet menurutnya patut dicoba memberikan salam tempel yang bersifat investasi. Sehingga tradisi ini bisa menjadi ajang edukasi kepada sanak saudara.

"Bisa masuk ke tabungan emas, misalnya masuk ke e-commerce tapi masuk ke buka tabungan emas atau buka saham atau buka reksadana. Itu akan lebih bagus lagi, artinya salam tempel tadi tidak hanya bersifat konsumsi tapi bersifat sebagai sarana investasi, itu lebih bagus," tuturnya.



Simak Video "Survei OVO: 6 dari 10 Orang Sulit Atur Keuangan Selama Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)