Penjelasan Bos Shopee soal Penyesuaian Upah Kurir yang Sempat Heboh

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 05:00 WIB
kantor shopee
Foto: Moch Prima Fauzi/detikINET
Jakarta -

PT Shopee Internasional Indonesia (Shopee Indonesia) diterpa kabar miring karena sempat ramai seruan #ShopeeTindasKurir. Hal itu dikarenakan ada pengurangan upah kirim kepada para kurir Shopee Express (SPX).

Executive Director Shopee Indonesia, Handhika Jahja menyebut upah yang diberikan kepada kurir SPX masih kompetitif dibanding kurir logistik lainnya yang katanya rata-rata Rp 1.700-2.000/paket. Dia mencontohkan jika kurir SPX membawa 80 paket/hari di Jabodetabek, mereka bisa mendapat insentif rata-rata Rp 2.213/paket.

"Bisa dipastikan kalau remunerasi kurir kita, remunerasi mitra kita itu sangat kompetitif di pasaran dibandingkan bahkan perusahaan-perusahaan logistik lainnya. Memang ada penyesuaian dari harga, tapi dari sisi competition sama perusahaan logistik lainnya bisa dibilang harga kurir Shopee sangat kompetitif," jelasnya.

Sebelumnya beredar di media sosial tangkapan layar chat netizen dengan seorang yang mengaku kurir SPX. Dia mengatakan bahwa upahnya dikurangi dari Rp 2.000/paket menjadi Rp 1.500/paket, sedangkan lebih dari 30 paket dihitung Rp 1.900/paket.

"Maaf ka saya lagi ga kerja soalnya lagi demo di gudang Shopee-nya kemungkinan juga saya keluar kerja dan ga enak ka harusnya dibayar 2 ribu per satu paket ini dikurangi jadi 1.500 makanya pada demo ga ada yang masuk," bunyi pesan tersebut.

Meski begitu, Handhika membantah jika pengurangan upah kepada kurir SPX menimbulkan demo. Menurutnya, libur atau kerjanya kurir tergantung keinginannya sendiri.

"Faktanya, sebagai datanya pertama adalah tidak ada demo dari kurir di Shopee. Kedua adalah kalau kurir nggak masuk atau mau masuk, sifat kerja kita adalah kerja kemitraan jadi memang dari mereka bisa masuk, bisa nggak masuk," tuturnya.

Sedangkan terkait sempat adanya keterlambatan pengiriman, Handhika menyebut hal itu karena efek dari Mega Shopping Day yang diadakan perusahaan sehingga pengiriman agak menumpuk. Tak ada hubungannya dengan pengurangan upah kurir SPX.

"Dari sisi keterlambatan pengiriman dan segala macamnya itu bisa dibilang dari sisi kita bukan karena isu-isu demo ini atau yang masuk ini, melainkan kita kemarin habis 4.4 jadi masih banyak backlogs dari semua trip logistik juga," tandasnya.



Simak Video "Handhika Jahja: Milenial di Balik Kemudi Raksasa E-Commerce Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)