Joss! Sayurbox dan Halodoc Disuntik Astra Rp 579 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 22 Apr 2021 10:14 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Saham melanjutkan penguatan kemarin dan semakin mendekati rekor tertingginya sepanjang masa, pasca hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal Pilpres
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Astra International Tbk berinvestasi sekitar US$ 5 juta di Sayurbox atau setara dengan Rp 72 miliar (asumsi kurs Rp 14.500) dan Halodoc US$ 35 juta atau sekitar Rp Rp 507,5 miliar. Totalnya sebesar Rp 579 miliar.

Dikutip dari laporan keuangan kuartal I 2021 Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengungkapkan jika investasi ini merupakan inisiatif strategis untuk mempercepat transformasi digital.

"Grup berinvestasi sekitar US$ 5 juta di Sayurbox dan sekitar US$ 35 juta di Halodoc masing masing pada Maret dan April 2021," kata dia dikutip dari Laporan Keuangan, Kamis (22/4/2021).

Sayurbox merupakan e-commerce grocery farm to table platform and distributor of fresh goods. Kemudian Halodoc merupakan platform kesehatan berbasis online. Grup merupakan investor utama pada funding rounds baru dari kedua startup asal Indonesia ini.

Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada kuartal pertama tahun 2021 sebesar Rp 51,7 triliun, menurun 4% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu. "Laba bersih mencapai Rp 3,7 triliun, menurun 22% dibandingkan kuartal pertama tahun 2020, disebabkan kontribusi yang lebih rendah dari hampir semua segmen bisnis," ujarnya.

Nilai aset bersih per saham pada 31 Maret 2021 sebesar Rp 3.971, meningkat 3% dibandingkan posisi pada 31 Desember 2020. Kas bersih (tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup) mencapai Rp 15,9 triliun pada 31 Maret 2021, dibandingkan Rp 7,3 triliun pada akhir tahun 2020.

Arus kas yang lebih tinggi pada kuartal pertama tahun 2021 disebabkan oleh kinerja bisnis yang membaik, serta belanja modal dan modal kerja yang lebih rendah. Jika volume bisnis terus membaik hingga akhir tahun, belanja modal dan modal kerja kemungkinan akan meningkat.

Utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup meningkat dari Rp 39,2 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp 40,3 triliun pada 31 Maret 2021.

Simak juga 'Pemerintah Diminta Atur Kriteria Pembicara Saham':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/fdl)