Siap-siap Konglomerat! Joe Biden Mau Naikkan Pajak Nih

Aulia - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 10:22 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menarik pasukannya dari Afghanistan mulai 1 Mei 2021. Keputusan itu diambil untuk mengakhiri konflik puluhan tahun di negara itu.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana untuk menaikkan pajak orang kaya AS, termasuk menaikkan pajak keuntungan investasi para konglomerat.

Mengutip dari Reuters, Jumat (23/4/2021) menurut sumber yang mengetahui rencana itu, proposal pajak Biden akan menaikkan tarif pajak pendapatan orang kaya menjadi 39,6% dari 37%. Selain itu menaikkan pajak atas capital gain menjadi 39,6% untuk orang-orang yang berpenghasilan lebih dari US$ 1 juta.

Kenaikan pajak itu disebut-sebut agar orang kaya AS membayar lebih banyak dalam membantu agenda ekonomi Biden. Pajak itu rencananya akan dimasukkan dalam rencana dana US$ 1 triliun, yang akan digunakan untuk perawatan anak, pendidikan pra-taman kanak-kanak universal dan cuti berbayar untuk pekerja.

Namun, kenaikan pajak itu masih harus mendapat persetujuan Kongres, di mana Demokrat, sebagai partai pengusung Biden memegang mayoritas di sana. Selanjutnya harus mendapat persetujuan dari Senat.

Sumber mengatakan rincian proposal sistem pajak baru itu akan dirilis minggu depan. Kemungkinan beberapa hari ke depan rencana pajak lain juga bisa berubah. Tetapi yang harus diingatkan, Biden telah berjanji untuk tidak menaikkan pajak atas rumah tangga yang berpenghasilan kurang dari US$ 400.000.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa Biden dan tim ekonominya menilai kenaikan pajak itu tidak akan berdampak negatif pada investasi di Amerika Serikat.

Namun, baru menjadi rencana berita proposal kenaikan pajak itu yang merupakan pokok platform kampanye kepresidenan Biden memicu penurunan tajam di Wall Street, dengan indeks acuan S&P 500 (.SPX) turun 1%, Angka itu menjadi penurunan paling tajam dalam lebih dari sebulan.

(zlf/zlf)