Mangkir, Status 35.809 Peserta Kartu Prakerja Dicabut

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 16:16 WIB
Ilustrasi Kartu Pra Kerja
Foto: Ilustrasi Kartu Pra Kerja (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja memastikan ada 35.809 peserta yang status kepesertaannya dicabut. Dengan begitu orang ini tidak lagi bisa melanjutkan pelatihan.

Head of Communications PMO Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu mengatakan sebanyak 35.809 peserta ini berasal dari gelombang 12 sampai gelombang 15.

"Hingga hari ini Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja telah mencabut kepesertaan 35.809 orang dari gelombang 12-15 yang tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari sejak mereka ditetapkan sebagai peserta Program Kartu Prakerja," kata Louisa kepada wartawan, Jumat (23/4/2021).

Melalui program Kartu Prakerja, pemerintah memberikan insentif kepada para pesertanya. Setiap peserta bisa mendapat sebesar Rp 3.550.000. Dari angka tersebut, Rp 1.000.000 tidak bisa diuangkan karena untuk dana pelatihan, jika tidak mengikuti pelatihan maka kepesertaan akan hangus dan uang akan dikembalikan ke kas negara.

Sisanya yakni Rp 2.550.000 bisa dipegang masyarakat jika mengikuti pelatihan Kartu Prakerja. Nantinya, manfaat itu diberikan setelah mengikuti pelatihan yang akan ditransfer Rp 600.000 selama empat bulan, dan jika mengisi survei sebanyak 3 kali akan dapat insentif tambahan sebesar Rp 150.000.

Khusus dana pelatihan yang sebesar Rp 1.000.000, PMO mengimbau kepada para peserta untuk segera membelanjakan kepada program pelatihan yang ingin diambil. Jika tidak dibelanjakan selama 30 hari setelah penetapan peserta maka status kepesertaannya dihapus dan duitnya akan kembali ke kas negara.

Sementara dari gelombang 15, Louisa menyebut PMO mencatat ada sekitar 12 ribu peserta yang statusnya berpotensi dicabut. Hal itu menyusul belum membelanjakan dana pelatihan yang sudah dialokasikan.

Adapun, dikatakan Louisa, batas akhir pembelian pelatihan pertama untuk gelombang 16 Kartu Prakerja adalah hari Kamis, 29 April 2021 pukul 23.59 WIB.

"Saat ini kami masih memantau pergerakan kepesertaan dari gelombang 16. Dari sekitar 300 ribu peserta gelombang 16, ada 12 ribu orang yang belum membeli pelatihan pertamanya," ungkapnya.

"Kami sangat berharap peserta gelombang 16 dapat segera membeli pelatihan pertamanya sebelum batas akhir. Begitu banyak orang yang ingin bergabung dengan Program Kartu Prakerja, jangan sia-siakan kesempatan yang sudah ada di dashboard," tambahnya.

Dapat diketahui, PMO Kartu Prakerja sudah merekrut 2,4 juta peserta pada 2021. Seluruh peserta terbagi ke gelombang 12 sampai gelombang 15 masing-masing sebanyak 600.000. Sementara gelombang 16 sebanyak 300.000 peserta.

(hek/eds)