Gelombang 17 Kartu Prakerja Siap Dibuka, Kuotanya 47.809

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 16:20 WIB
kartu pra kerja
Foto: Luthfy Syahban/Tim Infografis
Jakarta -

Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan membuka gelombang 17. Kuotanya diperkirakan mencapai 47.809 orang.

Head of Communications PMO Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu mengatakan kuota yang disediakan pada gelombang 17 Kartu Prakerja bukan tambahan melainkan dari peserta yang statusnya dicabut.

"Gelombang 17 akan dibuka untuk memulihkan kepesertaan yang dicabut. Jadi bukan penambahan kuota. Jadwalnya setelah kami selesai melakukan rekonsiliasi data. Segera kami kabari," kata Louisa kepada wartawan, Kamis (23/4/2021).

Potensi kuota Kartu Prakerja gelombang 17 yang sebanyak 47.809 berasal dari peserta yang statusnya dicabut dan tidak bisa melanjutkan pelatihan. PMO mencatat, ada sebanyak 35.809 orang dari gelombang 12 sampai gelombang 15 yang status kepesertaannya dicabut.

Sementara sekitar 12.000 sisanya, dikatakan Louisa adalah angka potensi yang berasal dari gelombang 16. Dia menyebut, batas pembelian pelatihan pertama untuk gelombang 16 berakhir pada hari Kamis, 29 April 2021 pukul 23.59 WIB.

"Dari sekitar 300.000 peserta gelombang 16, ada 12 ribu orang yang belum membeli pelatihan pertamanya," jelasnya.

Oleh karena itu, Louisa menghimbau kepada seluruh peserta Kartu Prakerja gelombang 16 untuk segera membelanjakan pelatihan pertamanya agar status kepesertaannya tidak dicabut.

"Kami sangat berharap peserta gelombang 16 dapat segera membeli pelatihan pertamanya sebelum batas akhir," ungkapnya.

Melalui program Kartu Prakerja, pemerintah memberikan insentif kepada para pesertanya. Setiap peserta bisa mendapat sebesar Rp 3.550.000. Dari angka tersebut, Rp 1.000.000 tidak bisa diuangkan karena untuk dana pelatihan, jika tidak mengikuti pelatihan maka kepesertaan akan hangus dan uang akan dikembalikan ke kas negara.

Sisanya yakni Rp 2.550.000 bisa dipegang masyarakat jika mengikuti pelatihan Kartu Prakerja. Nantinya, manfaat itu diberikan setelah mengikuti pelatihan yang akan ditransfer Rp 600.000 selama empat bulan, dan jika mengisi survei sebanyak 3 kali akan dapat insentif tambahan sebesar Rp 150.000.

(hek/eds)