Bandel Lawan Aturan Mudik, Sanksinya Bisa Dikurung!

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 16:31 WIB
larangan mudik
Ilustrasi/Foto: Sugeng Harianto
Jakarta -

Pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Namun kemarin pemerintah memperketat aturan mengenai syarat perjalanan di luar waktu larangan mudik tersebut.

Ada aturan baru yang mengatur masyarakat bila ingin ke luar kota sebelum dan sesudah mudik Lebaran 2021. Surat edaran Satgas COVID 2021 itu adalah adendum SE 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Adendum yang diteken pada 21 April 2021 itu mengatur perluasan waktu pengetatan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), yakni H-14 larangan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan di H+7 larangan mudik (18-24 Mei 2021).

Adendum itu menyebutkan terkait sanksi jika melanggar aturan tersebut. Sanksi itu dijelaskan di bagian J yang menyebutkan bisa berupa denda hingga kurungan.

"Pelanggaran terhadap Surat Edaran ini akan dikenakan sanksi denda, sanksi sosial, kurungan dan/atau pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan," demikian bunyinya.

Sebelumnya, pemerintah sudah menerbitkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 selama bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. Lalu tidak boleh mudik tanggal berapa?

Pemerintah memberlakukan larangan mudik jelang momen Idul Fitri atau Lebaran 2021 terhitung sejak 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Sejumlah transportasi juga tidak diizinkan beroperasi selama periode tersebut, antara lain seperti kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang, serta kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil, bus, dan sepeda motor (kendaraan pribadi).

(das/hns)