RI Genjot Melek Digital demi 2,5 Juta Lapangan Kerja Baru

Yudha Maulana - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 17:40 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Foto: Screen Shot Video 20detik: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Bandung -

Pemerintah gencar melakukan transformasi digital. Oleh sebab itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan, pada 2024 mendatang bisa tercipta 2,5 juta lapangan kerja baru.

"PDB hingga 1 persen per tahun, menciptakan 2,5 juta lapangan kerja baru dengan keterampilan kompleks dan memberikan nilai tambah yang tinggi," ujar Airlangga dalam Webinar Membangun Ekosistem Digital: Optimalisasi Potensi Ekonomi Digital Indonesia, yang digelar INJABAR Unpad, Jumat (23/4).

Menurut Airlangga, pemerintah menargetkan terciptanya 5.000 perusahaan start up, 50 persen UMKM telah terdigitalisasi, serta pengguna internet yang mencapai 82,3 persen dari total penduduk pada 2024 mendatang.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong pembangunan SDM digital melalui tiga tingkatan, yakni tingkat dasar untuk masyarakat umum yang memanfaatkan teknologi untuk aktivitas ekonomi, tingkat menengah untuk pekerja level teknisi dan profesional dan tingkat lanjut untuk pimpinan di sektor publik dan swasta.

"Saya Berharap dengan adanya berbagai upaya transformasi ekonomi melalui integrasi teknologi digital tersebut dapat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan visi Indonesia pada tahun 2045 untuk menjadi negara maju," .

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan digitalisasi merupakan aspek yang penting untuk memulihkan aspek ekonomi yang terkapar karena COVID-19. Menurutnya, digitalisasi membuat masyarakat bisa bekerja di mana saja tanpa terhalang ruang.

Jabar sendiri, ujarnya, merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia. Berdasarkand ata APJIII periode 2019-kuartal II 2020 jumlah pengguna internet di Jabar mencapai 35,1 juta orang atau 17,8% nasional.

"Pemprov Jabar hari ini menyadari, tidak ada kehidupan di Jabar yang tidak bisa disentuh oleh digital. Ini yang membuat ekonomi bertahan, semua orang dipaksa online, baik itu seminar, sekolah, jual beli, karena adanya pembatasan," ujar Kang Emil -sapaanya-.

Salah satu program andalan yang ditawarkan Pemprov Jabar, kata Ridwan Kamil ialah Petani Milenial. Yang dimana milenial desa tidak perlu lagi melakukan urbanisasi ke kota, tetapi bisa berwirausaha di desa, tetapi dengan penghasilan yang tak kalah dengan pekerja di perkotaan.

"Selama pandemik ini terbukti pangan dan digitalisasi mampu bertahan dan bahkan naik. Maka sektor ini sebenarnya bisa dimanfaatkan," kata Emil.

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA) Bima Laga mengatakan, pihaknya optimistis, ikhtiar apapun yang dilakukan pihak negara atau swasta untuk kebaikan masyarakat Indonesia. "Kita harus bahu membahu untuk memanfaatkan ekosistem digital, termasuk untuk UMKM di Indonesia," ujar Bima.

Pengamat Ekonomi Digital/DIGITS Unpad Hamzah Ritchi mengatakan, Indonesia sudah berpijak pada ekosistem digital. Sehingga, era ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik. "Ekosistem digital Indonesia ini ktia sudah ada di dalam, sudah tidak di awal lagi. Dari pengalaman belajar ini, Indonesia optimistis menjadi yang terdepan dalam memanfaatkan digitalisasi, tidak hanya sektor matang, juga untuk UMKM sebagai penggerak 98 persen ekonomi dan tenaga kerja Indonesia," tutur Hamzah.

(yum/hns)