Lama Nggak Terdengar, Apa Kabar Holding BUMN Pangan?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 18:30 WIB
Logo baru Kementerian BUMN/Screenshot video
Foto: Logo baru Kementerian BUMN/Screenshot video
Jakarta -

Holding BUMN klaster pangan sedang disiapkan. Dalam holding ini ada 9 perusahaan yang terlibat yakni PT RNI (Persero), PT PPI (Persero), Perum Perikanan Indonesia, PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Garam (Persero), PT Pertani (Persero), PT BGR Logistics (Persero), PT Berdikari (Persero), dan PT Sang Hyang Seri (Persero).

Saat ini, tengah disusun roadmap atau peta jalan yang bertujuan untuk mempercepat pembentukan holding pangan tersebut.

Wakil Menteri BUMN I Pahala N Mansury mengatakan, arahan Menteri BUMN Erick Thohir ialah untuk dilakukan harmonisasi pendapat antar BUMN klaster pangan mengenai rencana proses bisnis model yang akan dijalankan. Tujuannya, untuk meningkatkan produktivitas BUMN pangan.

"Rencana holding BUMN pangan telah dibahas pada rapat terbatas (Ratas) Presiden. Diharapkan, ke-9 BUMN pangan ini betul-betul dapat meningkatkan produktivitas pangan dan membantu ketahanan serta kedaulatan pangan nasional," kata Pahala dalam keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).

Pahala mengatakan, sektor-sektor BUMN harus diselaraskan dengan skema industri pangan nasional. Sektor yang dimaksud antara lain komoditas pertanian yang dikelola PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri. Sektor perikanan dikelola Perum Perikanan Indonesia, dan PT Perinus. Lalu, komoditas garam milik PT Garam, sektor peternakan dikelola PT Berdikari, komoditas gula dikelola PT RNI, serta proses trading dan logistik yang akan dikelola PT PPI dan PT BGR Logistics.

Pahala mengungkapkan BUMN pangan ini perlu melakukan kajian yang sifatnya organik maupun non organik. Contohnya, bagaimana peran sebagai offtaker beberapa komoditas pangan, bisnis model, pengelolaan cash flow, proses pengadaan, proses kemitraan dan lainnya sebagai upaya perbaikan.

"Holding BUMN pangan diharapkan dapat memperbaiki kinerja anggota-anggotanya yang diharapkan ke depannya menjadi BUMN Pangan yang membanggakan," katanya.

Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Fatah Setiawan Topobroto mengatakan, Perum Perindo siap berperan sebagai off taker ikan hasil tangkapan nelayan. Hal ini guna mengamankan stok dan harga ikan agar tidak jatuh di tangan tengkulak.

"Komoditas perikanan sama pentingnya dengan komoditas pangan lain. Oleh karena itu, peran Perum Perindo juga akan besar di BUMN Klaster Pangan," katanya.

Fatah Topobroto bersama 8 direktur utama BUMN Pangan lain telah menandatangani komitmen kesepakatan yang isinya, pertama, akan merealisasikan program bersama dalam rangka konsolidasi BUMN industri pangan. Kedua, akan mewujudkan terlaksananya operational excellence di BUMN industri pangan untuk meningkatkan kinerja dan ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa progres holding pangan telah sampai pada dilakukannya Pembahasan Antar Kementerian (PAK) Penggabungan.

(acd/hns)