THR Nyaris Rp 150 T, Airlangga: Bisa Ungkit 1% PDB

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 19:32 WIB
THR
Foto: Kemenko Perekonomian: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Jakarta -

Lebaran menjadi momen bagi pemerintah untuk mendorong perekonomian. Salah satu cara yang ditempuh pemerintah untuk menggenjot ekonomi tersebut ialah melalui pembayaran tunjangan hari raya (THR).

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mendorong pembayaran THR tersebut. Dia bilang, THR yang dibayarkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 1%.

Menurutnya, THR baik yang ditujukan untuk ASN, TNI, Polri dan tenaga kerja lainnya totalnya hampir mencapai Rp 150 triliun.

"Terkait dengan kegiatan menjelang Lebaran yang didorong pemerintah, untuk menggerakkan perekonomian adalah dengan pembayaran THR. THR itu bisa mengungkit sekitar 1% PDB karena total pembayaran THR baik itu sektor tenaga kerja, ASN, TNI dan Polri mendekati Rp 150 triliun atau 1% daripada dana yang akan beredar di publik," terang Airlangga dalam acara Perkembangan Perekonomian Terkini serta Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), secara virtual, Jumat (23/4/2021).

Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu adalah data Produk Domestik Bruto (PDB), baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) untuk hari belanja online nasional (harbolnas) jelang Lebaran. Saat ini, pihaknya telah menyiapkan kebijakan tersebut dan berbicara dengan berbagai platform.

Nantinya, dia bilang, para platform juga akan terlibat dalam subsidi ongkir ini. Jadi, baik pemerintah maupun patform akan memberikan subsidi ongkir.

"Terkait dorongan kegiatan hari belanja online nasional, pemerintah sudah mempersiapkan paketnya dan sudah membicarakan dengan para platform. Pada prinsipnya para platform juga ingin berkontribusi, artinya para platform juga akan menanggung daripada ongkos kirim dan ini sedang dipersiapkan dengan Menteri Perdagangan," katanya.

(acd/hns)