Kementan Dorong Industri Cokelat untuk Penuhi Kebutuhan Ekspor

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Sabtu, 24 Apr 2021 11:09 WIB
biji cokelat
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan industri cokelat nasional untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Hal ini mengingat Indonesia sebagai negara besar berbasis agraris dengan sektor perkebunan cokelat yang berkualitas.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan industri cokelat RI dinilai prospektif karena terus menunjukkan tren perkembangan.

"Saya melihat dalam 3-5 tahun yang akan datang, industri cokelat kita akan makin meningkat. Apalagi cokelat sangat bagus untuk kesehatan dan tren gaya hidup. Mudah-mudahan teman petani semua bisa melihat peluang ini dan menjadikannya sebagai inspirasi untuk mendapatkan nilai tambahnya," ujar Kuntoro dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/4/2021).

Hal tersebut diungkapkannya di acara Tik Talk spesial ngabuburit Ramadhan yang bertemakan 'Cokelatku, Cokelatmu, Cokelat Indonesia' di House of Tani Gedung PIA Jakarta, kemarin (23/4).

Menurut Kuntoro cokelat merupakan komoditas strategis yang bisa mendorong kebangkitan ekonomi nasional lewat peluang ekspor dan industri olahan pangan dalam negeri.

"Saya kira acara talk show ini memilih tema yang strategis. Jadi bukan hanya kopi dan rempah saja yang jadi andalan Indonesia saat ini, cokelat nasional kita juga sangat luar biasa," katanya.

Sementara itu, Penyanyi senior Ita Purnamasari yang juga pengusaha IP Chocolate menambahkan saat ini bisnis cokelat nasional kian berkembang, terutama setelah meningkatnya tren olahan cokelat di dunia.

"Menurut saya bisnis cokelat itu sangat menjanjikan. Hal ini terbukti karena cokelat saya banyak yang suka, baik dari teman-teman fans maupun masyarakat di berbagai negara," pungkasnya.

Oleh karena itu, Ita mendukung upaya yang dilakukan pemerintah dan petani dalam rangka mengembangkan industri cokelat di Indonesia, terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

"Terima kasih kepada petani dan pemerintah yang terus berusaha mengembangkan industri cokelat nasional," tutupnya.

(mul/mpr)