Masih Aman, Stok Daging Sapi di DKI Selama Ramadhan Capai 838 Ton

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 24 Apr 2021 10:15 WIB
PT Impexindo Pratama menggelar operasi pasar daging murah di gudang Palad, Jaktim. Operasi pasar tersebut untuk menekan harga daging yang masih tinggi.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Jelang hari raya Idul Fitri stok daging sapi di Jakarta aman. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov DKI bertanggung jawab dalam menyiapkan dan menjaga kualitas daging agar layak dikonsumsi oleh masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan penyediaan stok daging sapi beku.

Terkait stok daging sapi di masa Ramadhan ini, Riza menegaskan ketersediaan daging dalam kondisi aman. Berdasarkan data dari PD Dharma Jaya, kata Riza, stok daging sapi saat ini kurang lebih 838 ton.

Sementara, kebutuhan daging sapi pada hari besar dan keagamaan nasional, yaitu Ramadhan dan Lebaran kurang lebih 150 ton. Lalu, untuk kebutuhan penjualan rutin 500 ton, Natal dan Tahun Baru sebanyak 50 ton.

"Mengingat tingginya angka konsumsi DKI Jakarta, maka untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemprov DKI membeli daging dari dalam negeri maupun impor," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (24/4/2021).

Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Harry Warganegara, mengatakan, konsumsi daging di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan data dari kementerian terkait, kata dia, kebutuhan daging pada 2020 mencapai 717.150 ton.

Adapun produksi dalam negeri hanya mencapai 422.533 ton. Harry mengatakan, realisasi impor daging beku pada 2020 mencapai 387.506 ton. Jumlah itu terdiri atas daging kerbau beku sebanyak 81.618 ton dan daging sapi beku sebanyak 189.698 ton.

"Untuk daging kerbau, berdikari mendatangkan 24 ribu ton. Sedangkan daging sapi beku sebanyak 1.825 ton," kata Harry.

Selanjutnya
Halaman
1 2