Cari Kerja Sulit, Banyak Sarjana yang Rela Jadi ART Infal

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 25 Apr 2021 12:43 WIB
ART Infal
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Pembatasan dan pengetatan perjalanan hingga larangan mudik tak membuat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sulit mencari pekerja untuk disalurkan. Bahkan banyak sarjana yang rela menjadi asisten rumah tangga (ART) atau pekerja infal.

Pemilik Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tiara Kasih Bunda Irena mengaku saat ini justru sangat mudah mencari pekerja untuk disalurkan. Dia tidak perlu repot-repot lagi mencari pekerja di daerah, di sekitar Jawa Barat bahkan di Jabodetabek saja banyak yang melamar ke LPK miliknya.

"Rekrutmennya banyak orang-orang sekitar kita saja yang terdekat misalnya di Jabar, Bogor, Jonggol, Cianjur yang masih boleh. Jabodetabek juga banyak. Ini mungkin karena tingkat pengangguran lebih besar," tuturnya kepada detikcom.

LPK Tiara Kasih Bunda sendiri menyalurkan pekerja mulai dari ART, suster lansia, suster bayi dan balita hingga infal saat musim mudik Lebaran.

Menariknya, Irena mengaku banyak tamatan sarjana yang melamar untuk menjadi pekerja di tempatnya. Mereka rela menjadi ART hingga pembantu infal.

"Tahun lalu ada yang S2, tapi sekarang nggak ada. Kalau rata-rata sarjana S1 ada. Jangankan kan infal, ART permanen saja banyak," ucapnya

Rata-rata para pelamar itu datang ke tempat Irena karena melihat iklan yang disebarnya. Kebanyakan dari mereka rela bekerja apapun dengan alasan sulitnya mencari pekerjaan.

"Kadang kan suami sudah nganggur, atau dia di-PHK. Jadi sulitnya mencari pekerjaan jadi alasan dasar mereka," ucapnya.

LPK Tiara Kasih Bunda sendiri saat ini sudah mendapatkan pesanan 50 ART infal. Irena memprediksi pesanan infal tahun ini akan seperti tahun-tahun sebelum pandemi sekitar 250 pesanan.

(das/zlf)