Cegah Maling Ikan, KKP Sebar Speedboat di Perbatasan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 25 Apr 2021 18:47 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bertempur selama kurang lebih 5 hari dengan para pencuri ikan yang menggunakan kapal asing berbendera Malaysia di perairan RI.
Foto: dok. KKP
Jakarta -

Pencurian ikan masih menjadi masalah yang dihadapi Indonesia. Pemerintah pun terus berupaya untuk menangkal aksi ilegal tersebut.

Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Drama Panca Putra mengaku, sepanjang tahun lalu tindak pencurian ikan di perairan Indonesia sempat meningkat.

"Untuk kapal ikan asing, memang awal-awal Indonesia terkena COVID-19 tahun lalu meningkat pencuriannya. Terbaca lewat radar kita. Sehingga hasil tangkapan KKP, Maret sampai Juni 2020 banyak sekali, terutama di wilayah 711 atau laut Natuna utara," kata Drama seperti dikutip, Minggu (25/4/2021).

Namun, dia mengatakan, angka pencurian saat ini mulai turun. Hal itu berkat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan terkait. Selain pencurian, aksi penyelundupan juga jadi pekerjaan rumah bagi KKP.

"Paling banyak (penyelundupan) kita temukan melalui perbatasan RI-Singapura. Jambi, Batam dan sekitarnya itu jadi daerah operasional mereka. Yang diselundupkan kebanyakan ikan Dori dan benih Lobster. Dilihat dari jenis komoditasnya, kita duga penyelundupan berasal dari Singapura dan Vietnam," paparnya.

Lebih lanjut, pihaknya pun mengabil sejumlah langkah untuk mengantisipasi aksi pencurian dan penyelundupan tersebut. Pertama, sebutnya, edukasi. Dia bilang, hal itu perlu dilakukan karena tak menutup kemungkinan aksi itu melibatkan nelayan Indonesia.

Langkah kedua dengan meningkatkan patroli sebagai bentuk pencegahan. Di wilayah perbatasan, KKP sudah menyiapkan speedboat dengan kecepatan tinggi, untuk mengimbangi kapal pelaku penyelundupan yang bisa dipacu hingga 50 knot per jam.

"Dan terakhir ya tindakan represif untuk membuat efek jera, kalau perlu kita gunakan pasal berlapis. Banyak yang sudah dipenjarakan, pokoknya kita tuntaskan sampai titik darah penghabisan," tutupnya.



Simak Video "Lebaran dengan Menu Ikan, KKP Bagi-bagikan 1,5 Ton Ikan Beku "
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)