Gegara Mobil Listrik, Investasi Korsel Kini Terbesar Ketiga di RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 13:15 WIB
Ilustrasi bendera Korea Selatan
Foto: Ilustrasi
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan pada bulan April Indonesia sudah mampu memproduksi mobil listrik. Hal itu menyusul investasi yang dilakukan oleh Hyundai.

Hyundai berinvestasi membangun pabrik mobil listrik di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Pabrik tersebut di atas lahan seluas 77,6 hektare dan siap produksi pada 2022.

"Korsel ini industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya. Tadi saya katakan itu Hyundai itu dia membangun pabrik mobil di Deltamas dan itu di bulan 3, bulan 4 (2022) mereka sudah menghasilkan mobil listrik," kata Bahlil dalam video conference, Senin (26/4/2021).

Investasi Korea Selatan, dikatakan Bahlil saat terbesar ketiga di Indonesia. Nilainya mencapai US$ 851,1 juta atau sekitar Rp 12,3 triliun (Kurs Rp 14.500). Realisasi itu pun jauh lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 130 juta.

"Korea Selatan ini panjang sekali, nyodok nomor 3," ujarnya.

Pada kuartal I-2021, investasi terbesar ke Indonesia masih dipegang oleh Singapura dengan nilai US$ 2,6 miliar dan disusul oleh China dengan nilai US$ 1,03 miliar. Setelah itu baru Korea Selatan di posisi ketiga dengan nilai US$ 851,1 juta. Posisi keempat ada Hong Kong dengan nilai US$ 822,1 juta, dan kelima ada Swiss dengan nilai US$ 466,2 juta.

Untuk diketahui, Hyundai Group telah menggelontorkan investasi di Indonesia untuk membangun pabrik mobil listrik itu hingga sebesar US$ 1,5 miliar atau setara Rp 21,8 triliun. Rencananya, di pabrik itu nanti, Hyundai akan memproduksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV), dan mobil lainnya jenis SUV kompak, MPV kompak, dan model sedan.

Adapun kapasitas pabrik ini diproyeksi bisa mencapai 150.000 unit kendaraan per tahun dan diharapkan bisa meningkat hingga 250.000 unit kendaraan setiap tahunnya.

Targetnya, selain memasok untuk pasar lokal Indonesia, produksi pabrik ini juga akan ditujukan ke pasar-pasar baru di kawasan ASEAN, seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Selama menunggu pabrik mobil itu jadi, Hyundai sendiri sudah memasarkan beberapa mobil listriknya seperti mobil listrik Ioniq dan Kona Electric.

(hek/eds)