Buwas Pede Tak Perlu Impor Beras, Bisa Serap 2 Juta Ton

Soraya Novika - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 17:15 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) melakukan kunjungan ke Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta. Ia pastikan stok jelang Ramadhan aman.
Dirut Bulog Budi Waseso (Buwas)/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memastikan tak akan impor beras sampai bulan Juni. Bahkan, Indonesia tak perlu mengimpor beras sampai akhir tahun asal produksi terjaga.

Perum Bulog sebagai pihak yang diperintahkan mengamankan stok beras angkat suara. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) memastikan bisa memenuhi syarat tersebut. Ia meyakini sampai akhir tahun gudang Bulog bisa menyerap hingga 2 juta Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sehingga tidak perlu lagi impor.

"Kalau untuk CBP tidak perlu (impor) pasti!" ujar Buwas ditemui di Gedung Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Senin (26/4/2021).

Berdasarkan prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) panen raya di Indonesia berlangsung sampai Mei 2021. Bila prediksi itu tidak meleset, maka Indonesia mampu memproduksi hingga 1,5 juta ton CBP. Ditambah masa panen yang terjadi antara bulan Agustus-September mendatang, tentu stok itu akan bertambah lagi.

"Agustus-September panen lagi, berarti kita harus nyerap lagi, kalau ini 1,5 juta ton pada bulan Mei tidak ada hilirnya, berarti kita akan menambah lagi, maka bisa stok CBP itu 2 juta akhir tahun, bahkan bisa lebih," ungkapnya.

Stok beras di gudang Bulog saat ini pun masih melimpah. Hingga Kamis (22/4) kemarin tercatat CBP di gudang Bulog mencapai 1,2 juta ton. Dengan begitu, Bulog telah memenuhi tugas pemerintah di mana harus mengamankan stok 1-1,5 juta ton CBP setiap bulannya.

Selain di gudang Bulog, produksi beras di pengusaha penggilingan saat ini juga masih terus berjalan. Di pengusaha penggilingan, stok beras saat ini sudah mencapai 3,5 juta ton, dengan kondisi ini, stok beras diyakini bisa saja surplus sampai Juni 2021.

Pengusaha penggilingan pun optimistis stok beras akan mencukupi hingga akhir tahun. Sebab, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) iklim tahun ini sangat mendukung untuk produk padi.

Selain itu, musim tanam padi juga maju alias lebih cepat dari tahun 2020 yakni sejak bulan Maret 2021. Dengan begitu, meski nanti ada musim kemarau masih tetap akan ada panen padi untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.

(ara/ara)