Pandemi Picu WFH, Peyimpanan Data di Awan Kian Ramai Dipakai

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 27 Apr 2021 15:25 WIB
HANOVER, GERMANY - MARCH 05:  A visitor tries out a tablet computer next to a cloud computing and technology symbol at the Deutsche Telekom stand at the 2013 CeBIT technology trade fair on March 5, 2013 in Hanover, Germany. CeBIT will be open March 5-9.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jakarta -

Pandemi virus Corona membuat pola aktivitas kerja berubah total. Maraknya pembatasan diikuti dengan kebiasaan baru bekerja dari rumah. Hal ini menuntut banyak perubahan, salah satunya adalah pola komunikasi dan interaksi yang jadi serba online.

Pertukaran data antar sesama pegawai juga dituntut menggunakan jaringan komunikasi online. Untuk menunjuang aktivitas tersebut, komputasi awan atau cloud computing menjadi salah satu komponen yang kian penting untuk dimanfaatkan.

Secara umum, masyarakat mengenal cloud computing sebagai layanan komputer yang terkait dengan ruang penyimpanan atau storage, yang kerap dimanfaatkan untuk menyimpan data operasional bisnis.



Lantas apa sih sebenarnya cloud computing?

Country General Manager of AWS Indonesia Gunawan Susanto menjelaskan, cloud computing bukan sekadar ruang penyimpanan. Secara lebih luas, Gunawan menjelaskan bahwa cloud computing terkait dengan permintaan dari konsumsi sumber daya Teknologi dan Informatika (TI).

"Secara lebih luas, cloud computing terkait dengan demand dari konsumsi IT resources, nggak cuma sekadar storage, tapi juga termasuk compute dan server. Jadi baiknya layanan cloud computing bisa pay as you go," jelas Gunawan.

Gunawan juga menjelaskan bahwa alih-alih membeli ruang penyimpanan server, dan membeli database dan fitur keamanan atau security, layanan cloud computing seharusnya memungkinkan pengguna untuk mengeluarkan biaya sesuai dengan penggunaan.

Bergerak di bidang cloud computing, AWS tidak hanya sekadar menawarkan infrastruktur terkait dengan layanan tersebut, tapi juga membantu mengelola infrastruktur tersebut dari call center, infrastruktur fisik, hingga penerapan sistem keamanan.

Dengan demikian, pengguna layanan computing cloud AWS juga dimungkinkan untuk mengakses aplikasi hingga membantu saat berada dalam fase kritis atau mission critical. Gunawan juga menyebut bahwa computing cloud turut menghadirkan banyak manfaat bagi pengguna terutama pemilik bisnis ritel.

"Untuk ritel, yang berjualan secara online, pengguna ga perlu pusing cari data scientist dan menentukan algoritma. Sebab dari layanan sederhana hingga canggih sudah ada di cloud computing," jelas dia

Selain itu, Gunawan juga menjelaskan bahwa cloud computing mengusung banyak manfaat, salah satunya hal yang mendorong banyak pihak beralih ke layanan komputasi awan ini adalah agility atau kelincahan.

Sebab, lanjut Gunawan, saat akan membuat layanan baru, teknologi komputasi awan atau cloud computing membantu mempercepat proses penerapan, terutama jika dibandingkan dengan periode sebelum pemanfaatan teknologi ini secara lebih luas.

Kecepatan dan kelincahan dengan menggunakan cloud computing ini juga disebut Gunawan memungkinkan pengguna melakukan inovasi. Selain itu, cloud computing juga membantu menghemat biaya, tidak hanya soal opex dan capex, tapi juga total biaya TI per tahun.

Penggunaan cloud computing juga memungkinkan tim TI di perusahaan atau bisnis untuk lebih terfokus dalam melakukan riset untuk ide baru, sehingga produktivitas meningkat, dan tidak hanya disibukkan saat server mengalami masalah, terinfeksi virus dan lain-lain.

Cloud computing yang menawarkan elastisitas juga memungkinkan penerapan inovasi dan redefinisi ulang layanan dan bisnis dengan lebih cepat dan mudah. Selain itu, penggunaan cloud computing juga mendukung target pemilik bisnis untuk melakukan ekspansi layanan dengan cepat dan mudah.

Karena dengan layanan ini, pemilik bisnis yang ingin melakukan ekspansi dapat mewujudkannya tanpa perlu direpotkan oleh proses pembelian server serta pembukaan dan pengaturan kantor baru di masing-masing negara yang dituju.

Dengan demikian, cloud computing tidak hanya membantu soal backend operasional, tapi juga memungkinkan bisnis untuk menciptakan produk baru dan memungkinkan inovasi. Kemudahan yang dihadirkan cloud computing juga membantu bisnis yang telah lama berdiri untuk melakukan transformasi digital.

"Intinya, teknologi ini akan memungkinkan bisnis untuk mencari cara baru dalam menjangkau pelanggan, berinteraksi dengan pelanggan, kasih layanan baru untuk pelanggan, juga redefinisikan internal office," tandas dia.

(dna/dna)