Kemacetan di Jabodetabek Bikin Rugi Rp 71 T, Apa Penyebabnya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 28 Apr 2021 11:46 WIB
Kendaraan terjebak kemacetan di sejumlah ruas Jakarta sore ini, Kamis (1/4/2021).
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Penggunaan angkutan umum massal di daerah Jabodetabek masih tergolong sedikit. Penggunaan kendaraan pribadi dinilai terlalu besar di kawasan metropolitan ini.

Menurut Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana Pramesti hal itu menyebabkan kemacetan yang sangat parah.

"Banyak kendaraan pribadi yang bergerak di Jabodetabek, sangat sedikit orang menggunakan angkutan umum massal. Ini mengakibatkan kemacetan, dan tidak tertatanya angkutan publik dengan baik," ungkap Polana dalam Webinar Layanan Buy the Service Bogor, Rabu (28/4/2021).

Kemacetan yang terjadi ini menurut Polana menimbulkan sederet kerugian, secara ekonomi saja dia memaparkan kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 71,4 triliun.

Jumlah sebesar itu berdasarkan Studi World Bank di 6 kota metropolitan Indonesia. Mulai dari Jabodetabek, Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar di tahun 2019.

"Tentu kerugian ekonomi akibat kemacetan ini luar biasa, terjadi kerugian Rp 71,4 triliun per tahun. Ini akibat pemborosan waktu dan BBM di 6 kota metropolitan sebagai acuan," ungkap Polana.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Tag Terpopuler